Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Warga Sebual Tewas Tersetrum Saat Banjir Rendam Rumah di Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Banjir yang melanda Kabupaten Jembrana memakan korban jiwa. Seorang warga Banjar Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, bernama Komang Oka, ditemukan tewas diduga akibat tersetrum listrik saat banjir menggenangi rumahnya, Rabu (10/9/2025) dini hari.
Saksi mata, Putu Diki, menuturkan ia sempat melihat korban membuka pagar rumah sekitar pukul 03.00 WITA ketika banjir cukup tinggi hingga menggenangi Jalan Denpasar–Gilimanuk yang berada di depan rumah korban.
"Saya lihat korban buka pagar terus tiba-tiba jatuh. Air di depan pagar nyetrum, jadi saya nggak berani mendekat," ungkapnya.
Diduga korban tersengat listrik setelah menyentuh kabel yang putus saat menggeser pagar. Tak lama kemudian, korban ditemukan mengambang di halaman rumah yang masih tergenang air. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSU BaliMed Dangintukadaya.
Baca juga:
Buruh Proyek Tewas Kesetrum di Cemagi Badung
Perbekel Dangintukadaya, I Gusti Putu Murdi, membenarkan adanya kejadian tersebut. "Benar, korban warga Sebual, dan sekarang masih di rumah sakit," ujarnya.
Banjir yang merendam permukiman warga hingga jalan utama Denpasar–Gilimanuk itu dipicu meluapnya air sungai di sisi utara. Meski pada Rabu pagi sekitar pukul 07.00 WITA air di jalan mulai surut, sejumlah rumah warga masih tergenang air.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan