Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Ayah Empat Anak di Karangasem Lumpuh, Istri Berjuang Sendiri Hidupi Keluarga
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Nestapa dialami keluarga I Nengah Sujana (53), warga Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem.
Pria yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga itu kini hanya bisa terbaring akibat penyakit saraf kejepit yang dideritanya sejak setahun terakhir.
Sejak sakit, Sujana tak lagi mampu beraktivitas. Kedua tangan dan kakinya lemas, bahkan untuk makan dan mandi pun ia harus dibantu oleh sang istri, Ni Putu Dodik Arseni (37). Padahal, sebelum sakit, Sujana dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menafkahi keluarganya.
“Awalnya hanya tangan dan kaki kanan yang lemas, tapi masih bisa beraktivitas. Namun lima bulan terakhir kondisi semakin memburuk. Kedua tangan tidak bisa diangkat, kaki juga lemas tidak kuat berjalan,” tutur Sujana.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan Sujana mengalami saraf kejepit di bagian leher. Sempat dikira stroke, dokter menegaskan kondisinya berbeda. Ia menduga, kecelakaan kerja yang dialaminya lima tahun lalu menjadi penyebab utama sakit yang kini dideritanya.
“Dulu saya sempat jatuh saat kerja sampai tak sadarkan diri. Mungkin itu yang jadi pemicunya,” ucapnya lirih.
Kini, beban keluarga sepenuhnya berada di pundak Arseni. Ia harus menghidupi suami dan empat anak mereka—si bungsu masih berusia 3 tahun, sementara anak sulung baru saja tamat SMK—seraya merawat sang suami.
Untuk bertahan hidup, Arseni membuka usaha laundry kecil-kecilan di depan rumah sambil membuat canang. Meski hasilnya minim karena banyak pesaing, ia tetap bersyukur masih ada sumber penghasilan.
“Kami hanya bisa bertahan dengan apa yang ada. Omzet laundry sepi, hasil canang juga tidak seberapa. Tapi harus tetap dijalani, karena anak-anak harus makan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih menyedihkan, meski sudah menetap di Karangasem sejak 2015, keluarga ini mengaku belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Padahal, kondisi mereka kian memprihatinkan sejak Sujana jatuh sakit.
Kisah keluarga ini akhirnya mendapat perhatian Nyonya Wakil Bupati Karangasem, Anggreni Pandu Lagosa. Bersama Owner Villa Loid’s, Ni Wayan Suparmi, ia mengunjungi kediaman Sujana pada Jumat (19/9/2025), sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda dan paket sembako.
Dalam kunjungan itu, Anggreni menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam melakukan pendataan.
“Seharusnya perangkat desa lebih jeli mendata warga yang memang membutuhkan. Mungkin sebelumnya keluarga ini masih bisa bekerja, tetapi saat ini jelas memerlukan bantuan,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengungkapkan masih ada kendala teknis di lapangan. Beberapa warga yang sudah didata justru namanya tidak bisa masuk ke dalam sistem. Menurutnya, persoalan ini perlu segera dicarikan solusi oleh dinas terkait agar tidak ada lagi warga miskin yang luput dari bantuan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun