Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ayah Empat Anak di Karangasem Lumpuh, Istri Berjuang Sendiri Hidupi Keluarga
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Nestapa dialami keluarga I Nengah Sujana (53), warga Banjar Dinas Tengah, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem.
Pria yang sebelumnya menjadi tulang punggung keluarga itu kini hanya bisa terbaring akibat penyakit saraf kejepit yang dideritanya sejak setahun terakhir.
Sejak sakit, Sujana tak lagi mampu beraktivitas. Kedua tangan dan kakinya lemas, bahkan untuk makan dan mandi pun ia harus dibantu oleh sang istri, Ni Putu Dodik Arseni (37). Padahal, sebelum sakit, Sujana dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menafkahi keluarganya.
“Awalnya hanya tangan dan kaki kanan yang lemas, tapi masih bisa beraktivitas. Namun lima bulan terakhir kondisi semakin memburuk. Kedua tangan tidak bisa diangkat, kaki juga lemas tidak kuat berjalan,” tutur Sujana.
Hasil pemeriksaan medis menyebutkan Sujana mengalami saraf kejepit di bagian leher. Sempat dikira stroke, dokter menegaskan kondisinya berbeda. Ia menduga, kecelakaan kerja yang dialaminya lima tahun lalu menjadi penyebab utama sakit yang kini dideritanya.
“Dulu saya sempat jatuh saat kerja sampai tak sadarkan diri. Mungkin itu yang jadi pemicunya,” ucapnya lirih.
Kini, beban keluarga sepenuhnya berada di pundak Arseni. Ia harus menghidupi suami dan empat anak mereka—si bungsu masih berusia 3 tahun, sementara anak sulung baru saja tamat SMK—seraya merawat sang suami.
Untuk bertahan hidup, Arseni membuka usaha laundry kecil-kecilan di depan rumah sambil membuat canang. Meski hasilnya minim karena banyak pesaing, ia tetap bersyukur masih ada sumber penghasilan.
“Kami hanya bisa bertahan dengan apa yang ada. Omzet laundry sepi, hasil canang juga tidak seberapa. Tapi harus tetap dijalani, karena anak-anak harus makan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Lebih menyedihkan, meski sudah menetap di Karangasem sejak 2015, keluarga ini mengaku belum pernah tersentuh bantuan pemerintah. Padahal, kondisi mereka kian memprihatinkan sejak Sujana jatuh sakit.
Kisah keluarga ini akhirnya mendapat perhatian Nyonya Wakil Bupati Karangasem, Anggreni Pandu Lagosa. Bersama Owner Villa Loid’s, Ni Wayan Suparmi, ia mengunjungi kediaman Sujana pada Jumat (19/9/2025), sekaligus menyerahkan bantuan kursi roda dan paket sembako.
Dalam kunjungan itu, Anggreni menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam melakukan pendataan.
“Seharusnya perangkat desa lebih jeli mendata warga yang memang membutuhkan. Mungkin sebelumnya keluarga ini masih bisa bekerja, tetapi saat ini jelas memerlukan bantuan,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengungkapkan masih ada kendala teknis di lapangan. Beberapa warga yang sudah didata justru namanya tidak bisa masuk ke dalam sistem. Menurutnya, persoalan ini perlu segera dicarikan solusi oleh dinas terkait agar tidak ada lagi warga miskin yang luput dari bantuan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan