Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
20 Hari Pascabanjir, Listrik di Pasar Badung Masih Terkendala
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aliran listrik di Pasar Badung Kota Denpasar masih belum optimal hingga hari ke-20 pascabanjir bandang.
Hal ini terjadi karena panel listrik yang sempat terendam banjir mengalami kerusakan parah dan membutuhkan biaya besar untuk perbaikan, Selasa (30/9).
Kondisi ini membuat aktivitas para pedagang belum bisa berjalan normal. Meski sebagian lampu sudah menyala sehingga tidak lagi gelap total, pasokan listrik tetap terbatas.
"Tapi untuk lemari penyimpan seperti showcase dan frezer belum bisa difungsikan mengingat listrik masih terbatas," aku Sang Ayu salah seorang pedagang.
Ia yang berjualan buah terpaksa membawa kembali dagangannya pulang untuk disimpan di lemari pendingin, khususnya buah yang rentan cepat busuk. Situasi lebih sulit dialami pedagang daging yang sangat membutuhkan freezer agar barang dagangan tetap layak jual.
Pedagang juga mengeluhkan adanya tambahan biaya listrik yang biasanya mereka bayar di luar biaya operasional pasar (BOP). Mereka berharap dengan sudah 20 hari tidak bisa menggunakan fasilitas listrik, ada kompensasi yang diberikan.
Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan panel listrik di basement rusak total karena terendam air banjir. Perbaikannya membutuhkan biaya miliaran rupiah.
"Untuk perbaikan panel ada beberapa vendor yang sudah mengajukan penawaran. Itu biaya yang ditawarkan ada Rp1,7 miliar, ada juga yang menawarkan Rp3,7 miliar. Ada alat dari panel yang memang harus diganti," jelasnya.
Gus Kowi, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa sementara ini listrik di Pasar Badung masih mengandalkan genset sehingga pasokan terbatas hanya untuk lampu. Pihaknya juga tengah mengkaji alternatif lain.
Salah satunya dengan pemasangan listrik sementara dari PLN dengan biaya sekitar Rp500 juta untuk enam bulan. "Ini kita masih bicarakan, jika memang urgent, mungkin itu dana yang akan kita keluarkan dulu," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5828 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2206 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan