Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gerindra Bali Berduka, Ray Yusha Tutup Usia
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kabar duka datang dari Partai Gerindra Bali. Salah satu politikus senior, Ir Jro Nyoman Ray Yusha tutup usia pada Sabtu (4/10) sore. Almarhum meninggal dunia di RS Prof Ngoerah Denpasar.
Ketua DPC Partai Gerindra Buleleng, Gede Harja Astawa mengatakan, Jro Ray Yusha sempat menjalani perawatan sejak Rabu (1/10) di RS Prof Ngoerah. Pihak keluarga kemudian mengabarkan jika anggota DPRD Bali itu telah meninggal dunia di usia 72 tahun.
"Saya dapat kabar tadi sore bahwa beliau telah meninggal dunia. Saya dapat informasi itu dari keluarganya langsung," kata Harja.
Menurut informasi, Jro Ray Yusha meninggal dunia karena luka lambung. Hingga berita ini ditulis, jenazah Jro Ray Yusha masih berada di rumah sakit, dan rencananya akan disemayamkan di kampung halamannya, di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.
Harja menyebut, seminggu yang lalu sejatinya almarhum masih nampak sehat. Bahkan terlihat sangat bersemangat saat mengikuti agenda rapat di DPRD Bali. Kabar duka ini praktis membuat Harja terkejut.
"Seminggu yang lalu masih ikut rapat. Masih kencang suaranya. Saya agak syok juga, dan masih tidak percaya kalau beliau sudah meninggal dunia. Kabar duka ini juga sudah saya sampaikan ke Ketua DPD pak De Gadjah, serta Pak Gubernur," terang Harja.
Di mata Harja, Ray Yusha merupakan sosok yang penuh semangat dan ulet, sehingga menjadi panutan bagi para junior baik di partai maupun di DPRD.
Harja mengaku, pertama kali bertemu dengan pria kelahiran Singaraja, 6 Oktober 1953 itu pada tahun 2007 lalu, saat Ray Yusha hendak mencalonkan diri sebagai Bupati Buleleng. Saat itu Harja ditunjuk menjadi tim hukumnya.
"Beliau selalu turun ke lapangan untuk memastikan dan menyelesaikan persoalan yang ada. Semangatnya sangat kencang," jelas Harja.
Lebih lanjut, Harja menyebut Perda tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) menjadi produk terakhir almarhum Jro Ray Yusha. Perda ini dibuat atas keinginan almarhum sendiri, dan akan disahkan dalam waktu dekat.
"Dia menyampaikan Perda RPPLH yang dibuat ini harus berkualitas, tidak boleh asal-asalan. Perda ini akan menjadi karya terakhir beliau, yang sangat luar biasa. Beliau tidak mau berdiam diri walaupun sudah lanjut usia. Sehingga itu menjadi motivasi kami yang muda-muda ini. Kepergian beliau membuat kami sangat kehilangan," tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah mengungkapkan duka citanya atas kepergian almarhum. Dia menilai almarhum merupakan sosok kader Gerindra yang semangat dan menghargai yang lebih muda.
"Kami berduka yang mendalam kehilangan sosok kader yang semangat dan sangat menghargai yang lebih muda walaupun beliau banyak pengalaman," kenangnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan