Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Alasan Siswa Baru di Gianyar Terima Seragam dari Kain, Bukan Baju Jadi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan bersama Inspektorat memastikan program sekolah gratis berjalan sesuai janji Bupati dan Wakil Bupati Gianyar.
Tidak hanya biaya sekolah yang ditanggung, namun siswa baru SD dan SMP juga mendapat kain seragam lengkap, bukan baju jadi.
Sekda Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama yang akrab disapa Ngurah Bem ini, menjelaskan alasan kebijakan ini. Menurutnya, jika seragam diberikan dalam bentuk baju jadi, ada risiko ukuran tidak sesuai dengan tubuh anak-anak.
“Pernah terjadi di daerah lain, ada anak perempuan dapat rok tapi ukurannya salah. Supaya tidak ada kesalahan fatal, maka di Gianyar diputuskan diberikan kain seragam. Biaya jaritnya kami transfer langsung ke siswa sebesar Rp180 ribu sampai Rp200 ribu,” katanya, Selasa (8/10/2025).
Ia menambahkan, keputusan ini juga untuk menggerakkan roda perekonomian lokal. Dengan siswa menjahit di desanya masing-masing, para penjahit lokal ikut mendapatkan penghasilan.
“Kalau baju jadi, pabriknya pasti di luar Bali. Uang bisa keluar dari Bali. Pak Bupati ingin ekonomi bergerak di Gianyar, makanya ongkos jarit diberikan ke siswa dan dijahit di desa masing-masing,” jelasnya.
Saat ini, kain seragam mulai dibagikan Dinas Pendidikan. Jenis kain yang diberikan meliputi putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP, pramuka, batik endek, hingga seragam olahraga termasuk sepatu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3273 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 760 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman