Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tingkat Kelulusan PPG Undiksha Capai 98 Persen, Cetak Guru Profesional dari Sabang hingga Merauke
beritabali/ist/Tingkat Kelulusan PPG Undiksha Capai 98 Persen, Cetak Guru Profesional dari Sabang hingga Merauke.
BERITABALI.COM, BULELENG.
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menorehkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Pada pelantikan dan ikrar Guru Profesional PPG Calon Guru Gelombang 2 Tahun 2024 dan PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025, tingkat kelulusan peserta mencapai 98 persen, melampaui rata-rata nasional.
Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen Undiksha sebagai salah satu Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk mendukung Indonesia dalam mencetak guru profesional dan berkarakter.
Acara pelantikan dan ikrar guru profesional dilaksanakan secara luring di Auditorium Undiksha dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Undiksha. Sebanyak 7.294 guru profesional resmi dilantik oleh Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd., yang terdiri atas 244 peserta PPG Calon Guru dan 7.050 peserta PPG Guru Tertentu (GT) dari seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatra hingga Papua. Keberagaman tersebut menjadikan Undiksha sebagai simbol “pelangi nusantara” dalam mencetak pendidik unggul dari berbagai daerah.
Koordinator PPG Undiksha, I Gede Nurjaya, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa ini merupakan kali pertama pelantikan PPG GT dilakukan secara langsung.
“Rata-rata tingkat kelulusan peserta mencapai 98 persen, dan ini masih berada di atas rata-rata nasional. Sebuah capaian luar biasa yang menunjukkan kualitas penyelenggaraan PPG di Undiksha,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PPG Calon Guru mencakup 9 bidang studi, sedangkan PPG GT terdiri atas 24 bidang studi yang seluruhnya dijalankan dengan standar mutu tinggi.
Rektor Undiksha, Prof. Lasmawan, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta, dosen, guru pamong, dan tim pelaksana yang telah berkontribusi dalam menjaga mutu program ini. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan wujud nyata komitmen Undiksha dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Selama lima tahun terakhir, tingkat kelulusan PPG Undiksha selalu berada di atas rata-rata nasional. Ini bukti bahwa kami konsisten dan serius dalam menjalankan program PPG secara profesional dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor asal Desa Bonyoh, Bangli ini menyampaikan bahwa para lulusan kini menjadi bagian dari keluarga besar Undiksha dan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di dunia pendidikan.
“Mari bersama menjaga nama baik almamater dan berkontribusi membangun Undiksha yang tengah berproses menuju PTN Badan Hukum,” pesannya.
Menutup sambutannya, Prof. Lasmawan menyampaikan refleksi mendalam tentang peran guru. “Guru adalah sosok yang mampu mempengaruhi keabadian, karena ia menumbuhkan harapan dan kebaikan. Saat dunia menghadapi kehancuran, pendidikanlah yang memperbaiki, dan guru adalah inti dari semua perbaikan itu," ungkapnya.
Capaian kelulusan yang tinggi ini bukan hanya menjadi kebanggaan Undiksha, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi lembaga ini dalam mencetak guru-guru profesional yang siap mengabdi bagi pendidikan dan kemanusiaan di seluruh penjuru negeri.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun