Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dinsos Buleleng Latih Pegawai Kuasai Bahasa Isyarat Demi Pelayanan Inklusif
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebagai bentuk komitmen mewujudkan pelayanan publik yang ramah disabilitas, Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi para pegawainya. Kegiatan ini menggandeng SLB Negeri 1 Buleleng dan berlangsung sejak Rabu (29/10).
Pelatihan tersebut diikuti 12 orang pegawai dari berbagai bidang di lingkungan Dinsos Buleleng. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Maman Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan dilakukan setiap hari sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas, khususnya penyandang rungu wicara.
"Pelatihannya setiap pukul 11.00-12.00 WITA, dan sudah berjalan selama satu minggu dan akan terus dilanjutkan sampai pegawai kami menguasai bahasa isyarat," kata Maman.
Ia menjelaskan, pelatihan ini penting agar para pegawai dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada penyandang disabilitas. Terlebih, pihaknya pernah menangani kasus sensitif yang melibatkan penyandang disabilitas rungu wicara berinisial KAA (33), di mana komunikasi menjadi tantangan tersendiri.
"Sebelumnya kami harus bekerjasama dengan juru bahasa isyarat untuk bisa berkomunikasi dengan mereka (penyandang rungu wicara). Atau komunikasi kami lakukan lewat tulisan. Padahal ini memang kewajiban kami untuk bisa memahami bahasa mereka dan untuk memenuhi hak-hak mereka dalam mengakses informasi," jelasnya.
Ke depan, Maman menambahkan bahwa pelatihan serupa akan diperluas ke petugas di tingkat desa dan kecamatan, agar pelayanan bagi penyandang disabilitas dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri 1 Singaraja, Made Winarsa, mengatakan para pegawai Dinsos Buleleng mendapatkan pelatihan dasar Bahasa Isyarat Bahasa Indonesia (BISINDO). Peserta juga diajak berinteraksi langsung dengan siswa rungu wicara untuk melatih kemampuan komunikasi mereka.
"Latihan bahasa isyarat bisanya memakan waktu sebulan. Ada kamusnya juga," ujar Winarsa.
Baca juga:
Seorang Penerjemah Bahasa Isyarat Viral
Selain Dinsos, pelatihan serupa juga diberikan kepada instansi lain seperti Pengadilan dan Kementerian Agama. Winarsa berharap semakin banyak lembaga pemerintahan yang berinisiatif melatih pegawainya agar layanan publik di Buleleng semakin inklusif.
"Di Buleleng ini yang bisa bahasa isyarat masih sangat kurang. Minimal masing-masing instansi itu ada dua orang yang bisa bahasa isyarat. Kami pun siap membantu memberikan pelatihan," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan