Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Normalisasi Waduk Muara Nusa Dua Dipercepat, Sedimentasi Capai Ratusan Kubik
BERITABALI.COM, BADUNG.
Menyusul banjir besar yang melanda Provinsi Bali pada 10 September lalu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mendorong percepatan normalisasi Waduk Muara Nusa Dua sebagai langkah antisipasi agar bencana serupa tidak kembali terjadi.
Menteri Dody menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi dan air pasang laut yang menghambat aliran sungai. Kondisi tersebut diperparah sedimentasi yang menumpuk serta sampah yang menggunung di Waduk Muara Nusa Dua.
"Waduk ini ketinggian airnya sudah sangat tinggi yang menunjukkan sedimentasinya sudah sangat tinggi, jadi harus segera dikeruk," tegas Menteri Dody saat meninjau waduk pada Sabtu (20/9).
Pengerukan sedimen diperkirakan berlangsung sekitar satu tahun karena volume sedimen mencapai ratusan ribu kubik. Tantangan lain adalah menentukan lokasi pembuangan sedimen. Menteri Dody menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mencari lokasi yang tidak mengganggu lingkungan.
"Kita harus diskusi dengan Gubernur dan Bupati setempat dulu mau dibuang kemana sedimennya agar tidak mengusik lingkungan. Proses pengerukan bisa sampai sekitar satu tahun karena sedimennya bisa mencapai ratusan ribu kubik dan tidak mungkin kita buang semua ke TPA Suwung," katanya.
Selain sedimentasi, penumpukan sampah juga menjadi fokus perhatian. Sampah yang menutup aliran air memperparah dampak banjir. Melalui BWS Bali Penida, Kementerian PU telah menyaring hingga 60 ton sampah per hari dari waduk. Namun, Menteri Dody menilai upaya ini tak akan optimal tanpa dukungan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah melakukan edukasi berkelanjutan agar warga lebih peduli menjaga kebersihan sungai.
"Bisa dilihat di sini ada tumpukan sampah yang menjadi salah satu penyebab banjir kemarin, selain hujan lebat dan air pasang pada saat yang sama. Sampah ini masalah besar yang menghambat aliran sungai dan harus segera diatasi," pungkasnya.
Percepatan normalisasi Waduk Muara Nusa Dua diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek mencegah banjir, tetapi juga menjadi pijakan awal menuju pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Bali. Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat disebut menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi bencana di masa depan. (sumber: rilis Kemen PU)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan