Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Hama Tikus Serang Pujung Kaja, Petani Gagal Panen Tiga Musim
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Serangan hama tikus kembali menghantam sawah di Subak Pujung Kaja, Desa Sebatu, Tegallalang. Kondisi ini membuat sejumlah petani mengalami kerugian besar, bahkan ada yang gagal panen hingga tiga musim berturut-turut.
Pada Kamis (7/11), salah satu petani, Mangku Pande Made Rahajeng, menunjukkan kondisi sawahnya di Uma Kaja. Dengan nada pasrah, ia menjelaskan bahwa selama tiga kali musim panen, lahannya selalu menjadi sasaran tikus.
"Serangan kedua dan ketiga lebih parah lagi karena padi masih hijau sudah rusak," terangnya.
Tidak hanya sawah miliknya, lahan petani lainnya hingga pekaseh juga mengalami kondisi serupa. Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari pembersihan area sawah, parit, hingga gotong royong untuk menutup sarang tikus, namun hasilnya tetap tidak maksimal.
"Kami coba sejumlah solusi bahkan membersihkan areal sawah secara bergotong royong mulai dari areal parit dan areal yang kerap menjadi sarangnya. Namun tetap saja tak terkendali," sesalnya.
Yang memperparah situasi, para petani tidak mendapatkan santunan asuransi. Gianyar diketahui tidak mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) tahun 2025 karena keterbatasan anggaran, padahal program pemerintah pusat ini ditujukan untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, dan serangan hama.
Kerugian material dan imaterial pun tak terhindarkan, sementara petani harus kembali bersiap memasuki musim tanam berikutnya dengan kondisi sulit.
Baca juga:
Proteksi Gagal Panen Baru Jangkau 13 Ribu Ha Sawah di Bali, Petani Didorong Ikut Asuransi
Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, AA Putri Ari, ketika dikonfirmasi, menegaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengecekan.
"Besok kita akan turunkan petugas ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung ke subak tersebut," jelasnya singkat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan