Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Pencairan Ongkos Jahit Seragam Gratis di Gianyar Ramai Diserbu Warga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Proses pencairan dana bantuan ongkos jahit seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP di Kabupaten Gianyar berlangsung antusias.
Pantauan di lapangan, para siswa bersama orang tua tampak memadati Bank BPD Bali Kantor Cabang Ubud, Rabu (12/11). Mereka berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 3 Kenderan, SD Negeri 3 Pupuan, SD Negeri 3 Sebatu, SD Negeri 3 Taro, SD Negeri 3 Kedewatan, SD Negeri 3 Lodtunduh, SD Negeri 5 Ubud, dan SD Negeri 3 Mas.
Selanjutnya, Kamis (13/11), pencairan dilanjutkan dari SD Negeri 4 Tegallalang, SD Negeri 5 Sebatu, SD Negeri 5 Taro, SD Negeri 5 Tegallalang, SD Negeri 4 Mas, SD Negeri 4 Peliatan, SD Negeri 6 Mas, SD Negeri 4 Sayan. Termasuk dari sekolah lainnya di hari berbeda. Para orang tua siswa datang membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk melengkapi proses pencairan.
Salah seorang orang tua siswa, Dewa Ayu Suciati, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia bahkan datang sejak pukul 06.00 WITA agar bisa lebih cepat mengurus pencairan. “Bantuan dana itu akan langsung saya gunakan untuk membayar ongkos jahit,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya dalam menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru SD Negeri dan SMP Negeri Tahun Ajaran 2025/2026, dalam bentuk kain seragam dan ongkos jahit.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, sebelumnya mengatakan dana ongkos jahit sebesar Rp 330.000 telah ditransfer langsung ke rekening simpanan pelajar (Simpel) masing-masing siswa secara bertahap.
“Pemkab membantu ongkos jahit pakaian sebesar Rp330.000 untuk meringankan tanggung jawab orang tua dan sebagai bentuk sinergi dengan kemampuan pemerintah daerah,” ucapnya.
Menurutnya, penarikan dilakukan secara bertahap dan terjadwal oleh BPD mengingat jumlah penerima mencapai belasan ribu siswa. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya personal pendidikan dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Wayan Mawa menyebut bantuan dalam bentuk kain dan ongkos jahit ini bertujuan agar seragam siswa bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing, sekaligus menghidupkan kembali usaha penjahit di desa-desa.
“Program ini tidak hanya membantu siswa, tapi juga memberdayakan penjahit lokal agar ekonomi masyarakat tetap berputar di Gianyar,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3274 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 761 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman