Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pencairan Ongkos Jahit Seragam Gratis di Gianyar Ramai Diserbu Warga
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Proses pencairan dana bantuan ongkos jahit seragam sekolah gratis untuk siswa baru SD dan SMP di Kabupaten Gianyar berlangsung antusias.
Pantauan di lapangan, para siswa bersama orang tua tampak memadati Bank BPD Bali Kantor Cabang Ubud, Rabu (12/11). Mereka berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SD Negeri 3 Kenderan, SD Negeri 3 Pupuan, SD Negeri 3 Sebatu, SD Negeri 3 Taro, SD Negeri 3 Kedewatan, SD Negeri 3 Lodtunduh, SD Negeri 5 Ubud, dan SD Negeri 3 Mas.
Selanjutnya, Kamis (13/11), pencairan dilanjutkan dari SD Negeri 4 Tegallalang, SD Negeri 5 Sebatu, SD Negeri 5 Taro, SD Negeri 5 Tegallalang, SD Negeri 4 Mas, SD Negeri 4 Peliatan, SD Negeri 6 Mas, SD Negeri 4 Sayan. Termasuk dari sekolah lainnya di hari berbeda. Para orang tua siswa datang membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan KTP untuk melengkapi proses pencairan.
Salah seorang orang tua siswa, Dewa Ayu Suciati, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut. Ia bahkan datang sejak pukul 06.00 WITA agar bisa lebih cepat mengurus pencairan. “Bantuan dana itu akan langsung saya gunakan untuk membayar ongkos jahit,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pendidikan menegaskan komitmennya dalam menyalurkan bantuan seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru SD Negeri dan SMP Negeri Tahun Ajaran 2025/2026, dalam bentuk kain seragam dan ongkos jahit.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, Wayan Mawa, sebelumnya mengatakan dana ongkos jahit sebesar Rp 330.000 telah ditransfer langsung ke rekening simpanan pelajar (Simpel) masing-masing siswa secara bertahap.
“Pemkab membantu ongkos jahit pakaian sebesar Rp330.000 untuk meringankan tanggung jawab orang tua dan sebagai bentuk sinergi dengan kemampuan pemerintah daerah,” ucapnya.
Menurutnya, penarikan dilakukan secara bertahap dan terjadwal oleh BPD mengingat jumlah penerima mencapai belasan ribu siswa. Program ini diharapkan mampu mengurangi beban biaya personal pendidikan dan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Lebih lanjut, Wayan Mawa menyebut bantuan dalam bentuk kain dan ongkos jahit ini bertujuan agar seragam siswa bisa disesuaikan dengan ukuran tubuh masing-masing, sekaligus menghidupkan kembali usaha penjahit di desa-desa.
“Program ini tidak hanya membantu siswa, tapi juga memberdayakan penjahit lokal agar ekonomi masyarakat tetap berputar di Gianyar,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Gianyar
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1950 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1710 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1642 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1520 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun