Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Badung Gelar Workshop Ogoh-Ogoh, Fokus Kualitas dan Kreativitas Generasi Muda
BERITABALI.COM, BADUNG.
Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung menggelar workshop pembuatan ogoh-ogoh di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (26/11).
Kegiatan ini diikuti Sekaa Teruna dan Yowana se-Badung sebagai upaya meningkatkan pemahaman generasi muda bahwa ogoh-ogoh bukan sekadar karya seni, melainkan memiliki filosofi mendalam.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha, menyampaikan bahwa workshop menghadirkan narasumber berpengalaman, mulai dari AA Gede Agung Rahma Putra pendiri Pancer Langit, maestro ogoh-ogoh asal Denpasar Marmar Herayukti, pematung es kelas dunia Nyoman Sungada, hingga kreator ogoh-ogoh Badung Arif Suciawan. Kehadiran mereka diharapkan memperluas wawasan teknik dan estetika para peserta.
“Pada workshop kali ini membahas empat materi utama. Pertama, teknik pembuatan ogoh-ogoh dari sisi konstruksi. Kedua, dari sisi karakter ogoh-ogoh. Kemudian ketiga, desain seninya. Serta terakhir, garapan keseluruhan karyanya nanti. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan para peserta,” ujarnya di sela workshop.
Sudarwitha yang juga mantan Camat Petang menegaskan bahwa Lomba Ogoh-Ogoh Kabupaten Badung tahun 2026 tetap mengacu pada kriteria tahun sebelumnya, namun dengan penyempurnaan. Salah satunya penggunaan bahan ramah lingkungan, pemanfaatan undagi lokal Badung, serta peningkatan kedisiplinan peserta.
“Utamanya juga terkait dengan kedisiplinan peserta, agar betul-betul pembuatan ogoh ogoh dibuat oleh Sekaa Teruna dan Yowana, kemudian arsitek atau undaginya adalah dari Kabupaten Badung. Dengan demikian, dapat bermakna dan menjadi ruang kreatif bagi generasi muda, utamanya sekaa teruna dan yowana yang ada di kabupaten badung,” kata Sudarwitha.
Untuk lomba tahun 2026, tema tetap menggunakan “Bhandana Bhuhkala”, yang bermakna pemurnian sifat-sifat keraksaan atau kala menjadi energi positif.
“Tema ini bermakna agar energi negatif disomia untuk dimanfaatkan sebagai energi positif yang digunakan dalam melaksanakan atau mangarungi kehidupan,” tambahnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Diskominfo Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2237 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan