Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Warga Gunungsari Buleleng Keluhkan Air Bersih Tersendat
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Desa Gunungsari, Kecamatan Seririt, Buleleng mengeluhkan gangguan layanan air bersih yang terjadi di wilayah mereka. Keluhan tersebut disampaikan melalui surat kaleng yang ditujukan kepada Bupati Buleleng dan Camat Seririt.
Warga menyebut air bersih tidak mengalir dengan baik, sehingga mengganggu aktivitas harian, mulai dari mandi, mencuci, memasak, hingga kebutuhan kebersihan lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan langkah cepat untuk menangani persoalan tersebut.
Dikonfirmasi pada Minggu (30/11), Perbekel Desa Gunungsari Ketut Pastika membenarkan bahwa layanan air bersih yang dikelola BUMDes melalui PAM Desa kerap mengalami gangguan, terutama saat beban puncak pemakaian seperti pada perayaan Hari Raya Kuningan.
"Aduan itu memang dari masyarakat saya, dia tinggal di Tabanan. Datang saat hari raya. Kemarin saat hari raya memang pemakaian meningkat. Jadi terpaksa digilir, ada yang dapat siang, ada yang dapat malam," jelasnya.
Pastika menjelaskan bahwa distribusi air kurang maksimal karena masih menggunakan sistem pipa gravitasi. Selain itu, pipa tua yang rawan pecah juga menjadi penyebab layanan tidak stabil. Namun ia menegaskan, gangguan tidak berlangsung hingga berhari-hari.
"Pipa kami juga rentan pecah jika terjadi banjir, karena kami mengambil sumber air di Bolangan, lewat sungai. Pipa yang kami gunakan juga dari pengadaan tahun 1982. Sudah keropos. Jadi kami juga sempat melakukan pergantian pipa. Sudah kami sampaikan masyarakat, pemakaiannya harus digilir," terangnya.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, pihak desa berencana menambah satu unit bak penampungan tahun depan, guna memenuhi kebutuhan air bersih 700 Kepala Keluarga. RAB telah disusun, dan kini desa tengah mencari tukang yang memiliki kemampuan khusus untuk membangun fasilitas tersebut.
"Jujur pertama saya menjabat pada Desember 2019, air malah tidak mengalir ke bak. Jadi upaya-upaya perbaikan sudah kami lakukan. Lewat dana yang awalnya 0, sekarang sudah terkumpul sedikit demi sedikit. Kami terapkan pembayaran yang paling standar, untuk rumah tangga paling hanya Rp 20-25 ribu per bulan," katanya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2501 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2014 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1943 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun