Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Buser Lari di Sidetapa, Polres Buleleng Beri Klarifikasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah unggahan di Facebook menyebutkan 15 buser Polres Buleleng lari terbirit-birit keluar dari Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, saat menangani kasus penggelapan mobil.
Narasi itu diunggah oleh pemilik akun Facebook @Rahayu Ningsih, di grup INFO DENPASAR-BALI, sekitar dua hari yang lalu. Berikut narasinya: '15 buser reskrim polres buleleng tunggang langgan terbirit birit keluar dari desa sidatapa, kapolres buleleng diminta bentuk tim khusus yang lebih memiliki nyali untuk mengayomi masyartakan korban penggelapan mobil'.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalind Diaz menegaskan, pihak yang dimaksud dalam postingan tersebut bukanlah buser yang bertugas di Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang mencatut nama 'Buser'.
“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang memakai kata ‘Buser’. Mereka bukan polisi. Buser kami yang bertugas di Polres Buleleng bernyali semua kok," tegasnya, Kamis (4/12).
Iptu Yohana menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan, 15 orang yang datang ke Desa Sidetapa itu tergabung dalam kelompok Buser Rentcar Nasional (BRN). Mereka datang untuk mencari sebuah mobil yang diduga terkait tindak pidana penggelapan. Namun, kehadiran rombongan tersebut justru memicu kesalahpahaman sehingga membuat mereka dikeroyok oleh warga setempat.
Rombongan itu kemudian lari menyelamatkan diri keluar desa dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Buleleng.
“Setelah laporan masuk, Sat Reskrim bersama tim Goak Poleng, Buser Polres Buleleng yang asli langsung bergerak. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Expander hitam sesuai surat perintah penyitaan,” jelas Iptu Yohana.
Terkait maraknya postingan yang tidak sesuai fakta, Iptu Yohana menyebut penggunaan media sosial memang kerap disalahgunakan untuk membangun opini liar tanpa dasar.
“Itu narasi framing. Akun yang memposting diduga palsu. Sedangkan foto yang digunakan sebagai pemilik kendaraan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Poin terpentingnya, fakta sudah kami paparkan dan mobil sudah kami amankan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5780 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2555 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2202 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan