Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Viral Buser Lari di Sidetapa, Polres Buleleng Beri Klarifikasi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebuah unggahan di Facebook menyebutkan 15 buser Polres Buleleng lari terbirit-birit keluar dari Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, saat menangani kasus penggelapan mobil.
Narasi itu diunggah oleh pemilik akun Facebook @Rahayu Ningsih, di grup INFO DENPASAR-BALI, sekitar dua hari yang lalu. Berikut narasinya: '15 buser reskrim polres buleleng tunggang langgan terbirit birit keluar dari desa sidatapa, kapolres buleleng diminta bentuk tim khusus yang lebih memiliki nyali untuk mengayomi masyartakan korban penggelapan mobil'.
Menanggapi hal tersebut, Kasi Humas Polres Buleleng Iptu Yohana Rosalind Diaz menegaskan, pihak yang dimaksud dalam postingan tersebut bukanlah buser yang bertugas di Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang mencatut nama 'Buser'.
“Itu bukan Buser Polres Buleleng. Melainkan sebuah organisasi yang memakai kata ‘Buser’. Mereka bukan polisi. Buser kami yang bertugas di Polres Buleleng bernyali semua kok," tegasnya, Kamis (4/12).
Iptu Yohana menyebut, berdasarkan hasil penyelidikan, 15 orang yang datang ke Desa Sidetapa itu tergabung dalam kelompok Buser Rentcar Nasional (BRN). Mereka datang untuk mencari sebuah mobil yang diduga terkait tindak pidana penggelapan. Namun, kehadiran rombongan tersebut justru memicu kesalahpahaman sehingga membuat mereka dikeroyok oleh warga setempat.
Rombongan itu kemudian lari menyelamatkan diri keluar desa dan selanjutnya melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolres Buleleng.
“Setelah laporan masuk, Sat Reskrim bersama tim Goak Poleng, Buser Polres Buleleng yang asli langsung bergerak. Hasilnya, kami mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Expander hitam sesuai surat perintah penyitaan,” jelas Iptu Yohana.
Terkait maraknya postingan yang tidak sesuai fakta, Iptu Yohana menyebut penggunaan media sosial memang kerap disalahgunakan untuk membangun opini liar tanpa dasar.
“Itu narasi framing. Akun yang memposting diduga palsu. Sedangkan foto yang digunakan sebagai pemilik kendaraan perlu pemeriksaan lebih lanjut. Poin terpentingnya, fakta sudah kami paparkan dan mobil sudah kami amankan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3271 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 755 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 695 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman