Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Buleleng Kekurangan Dokter Sub Spesialis
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemerintah Kabupaten Buleleng terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga dokter sub spesialis yang hingga kini masih jauh dari ideal. Kekurangan ini dirasakan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di RSUD Buleleng.
Bupati Buleleng dr I Nyoman Sutjidra ditemui Kamis (4/12) menegaskan bahwa dokter sub spesialis di beberapa bidang sangat dibutuhkan, mulai dari penyakit dalam, anak, bedah, hingga kandungan.
"Kalau dokter umum, dari tingkat puskemas hingga rumah sakit sudah cukup. Yang kurang memang sub spesialis. Buleleng sangat membutuhkan banyak dokter sub spesialis," katanya.
Kekurangan dokter sub spesialis ini terjadi hampir setiap tahun. Bahkan setiap kali dibuka penerimaan CPNS, formasi untuk dokter sub spesialis selalu minim pelamar. Kondisi ini dipengaruhi oleh minat tenaga medis yang lebih memilih bekerja di wilayah Bali Selatan karena tingkat ekonomi yang dinilai lebih tinggi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Buleleng telah merancang skema insentif khusus bagi dokter sub spesialis yang bersedia bertugas di wilayah Bali Utara.
Selain itu, pemerintah juga akan memberikan subsidi pendidikan bagi dokter yang ingin melanjutkan ke jenjang sub spesialis, dengan syarat wajib kembali dan mengabdi di Buleleng setelah menyelesaikan pendidikan.
“Adik-adik yang ingin meningkatkan kompetensi akan kami bantu. Bisa ajukan permohonan ke Pemkab agar mendapat dispensasi selama menempuh pendidikan sub spesialis. Saya jamin haknya tetap diberikan, meski tidak bekerja selama menempuh pendidikan. Subsidi UKT juga akan kami berikan," terangnya.
Sejauh ini, sudah terdapat empat dokter dari RSUD Buleleng yang mengajukan diri untuk melanjutkan pendidikan sub spesialis melalui program subsidi tersebut.
Selain program subsidi pendidikan, Pemkab Buleleng juga telah menjalin kerja sama dengan RS Prof Ngoerah Denpasar. Melalui kerja sama ini, dokter dari RS Prof Ngoerah akan datang secara berkala ke Buleleng untuk memberikan pelayanan sekaligus berbagi ilmu dengan tenaga medis lokal.
"Dokter dari Prof Ngoerah yang akan datang ke Buleleng. Jadi kita tidak perlu kirim pasien ke luar Buleleng. Selain itu dokter-dokter lokal kita juga bisa mendapat tambahan ilmu dari dokter di RS Prof Ngoerah," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan