Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Sampah Menumpuk, Pasar di Denpasar Kewalahan Jelang Penutupan TPA Suwung
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penumpukan sampah mulai terjadi di sejumlah pasar dan permukiman warga di Kota Denpasar, padahal jadwal penutupan TPA Suwung oleh Pemprov Bali masih berlangsung seminggu lagi.
Kondisi ini membuat Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar kewalahan menangani lonjakan volume sampah harian.
Di tengah penumpukan tersebut, kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dengan pihak swasta terkait Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) juga belum berjalan. Padahal proyek tersebut direncanakan memanfaatkan sampah lama di TPA Suwung sebagai bahan baku pengolahan.
Perumda Pasar mengakui kebingungan menghadapi kondisi sampah yang terus menumpuk, terlebih di tengah musim penghujan yang berpotensi membuat sampah meluber dan terbawa banjir.
"Otomatis kami kebingungan untuk sampah di pasar, apalagi produksi sampah cukup banyak," kata Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata.
Ia menambahkan, apabila pemerintah benar-benar melakukan penutupan TPA, Perumda berharap ada alternatif lokasi atau skema pengelolaan sampah. Selama ini tidak ada tempat pengolahan sampah khusus di pasar-pasar yang dikelola Perumda.
"Meskipun ada bank sampah seperti di Pasar Badung, namun tak bisa mengatasi semua sampah. Kalau selama ini semua pasar memang membuang ke TPA Suwung. Ada armadanya, sopir dan juga petugasnya," imbuhnya.
Pihaknya juga berharap pemerintah memberi peluang penggunaan insinerator sebagai alternatif pengolahan sampah, mengingat pasar menghasilkan volume sampah besar setiap hari.
"Kebijakan penggunaan insinarator, Perumda Pasar siap saja, tapi izinnya yang belum ada, kalau sampahnya dibakar tidak boleh," imbuhnya dan berharap agar masih bisa membuang residu ke TPA Suwung.
Kondisi ini menjadi perhatian besar bagi pengelola pasar maupun masyarakat, mengingat penutupan TPA Suwung berpotensi memicu krisis sampah jika alternatif pengelolaan belum disiapkan secara matang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3860 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1941 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1696 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1556 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1519 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun