Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sampah Menumpuk, Pasar di Denpasar Kewalahan Jelang Penutupan TPA Suwung

Kamis, 11 Desember 2025, 16:01 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Sampah Menumpuk, Pasar di Denpasar Kewalahan Jelang Penutupan TPA Suwung.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Penumpukan sampah mulai terjadi di sejumlah pasar dan permukiman warga di Kota Denpasar, padahal jadwal penutupan TPA Suwung oleh Pemprov Bali masih berlangsung seminggu lagi. 

Kondisi ini membuat Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar kewalahan menangani lonjakan volume sampah harian.

Di tengah penumpukan tersebut, kerja sama Pemerintah Kota Denpasar dengan pihak swasta terkait Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) juga belum berjalan. Padahal proyek tersebut direncanakan memanfaatkan sampah lama di TPA Suwung sebagai bahan baku pengolahan.

Perumda Pasar mengakui kebingungan menghadapi kondisi sampah yang terus menumpuk, terlebih di tengah musim penghujan yang berpotensi membuat sampah meluber dan terbawa banjir.

"Otomatis kami kebingungan untuk sampah di pasar, apalagi produksi sampah cukup banyak," kata Dirut Perumda Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata.

Ia menambahkan, apabila pemerintah benar-benar melakukan penutupan TPA, Perumda berharap ada alternatif lokasi atau skema pengelolaan sampah. Selama ini tidak ada tempat pengolahan sampah khusus di pasar-pasar yang dikelola Perumda.

"Meskipun ada bank sampah seperti di Pasar Badung, namun tak bisa mengatasi semua sampah. Kalau selama ini semua pasar memang membuang ke TPA Suwung. Ada armadanya, sopir dan juga petugasnya," imbuhnya.

Pihaknya juga berharap pemerintah memberi peluang penggunaan insinerator sebagai alternatif pengolahan sampah, mengingat pasar menghasilkan volume sampah besar setiap hari.

"Kebijakan penggunaan insinarator, Perumda Pasar siap saja, tapi izinnya yang belum ada, kalau sampahnya dibakar tidak boleh," imbuhnya dan berharap agar masih bisa membuang residu ke TPA Suwung.

Kondisi ini menjadi perhatian besar bagi pengelola pasar maupun masyarakat, mengingat penutupan TPA Suwung berpotensi memicu krisis sampah jika alternatif pengelolaan belum disiapkan secara matang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/maw



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami