Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
Banjir di Manggis Rendam Rumah Warga di Tiga Desa, Kendaraan dan Ternak Dievakuasi
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Manggis sejak siang hingga sore hari menyebabkan aliran sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di tiga desa, yakni Desa Gegelang, Antiga, dan Antiga Kelod.
Luapan banjir tidak hanya memasuki rumah-rumah penduduk, tetapi juga merendam sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat. Warga pun terpaksa mengevakuasi ternak mereka untuk menghindari dampak banjir yang semakin meluas.
Camat Manggis, Putu Eka Putra Tirtana, membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi membuat aliran banjir di Tukad Betel naik hingga masuk ke rumah-rumah warga. Menurut laporan awal yang diterimanya, beberapa kendaraan roda dua dan roda empat ikut terendam banjir.
"Saat ini belum ada laporan pengungsian, warga masih bertahan di rumahnya. Beberapa kandang ternak warga sudah terendam dan proses evakuasi oleh warga setempat sedang berlangsung," jelas Tirtana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa personel BPBD sedang dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan di tengah hujan deras yang masih berlangsung.
“Tim sudah siaga, kami masih upayakan untuk bisa sampai ke lokasi banjir. Mengingat hujan masih sangat deras dan beberapa ruas jalan tergenang banjir,” ungkap Arimbawa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3273 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 760 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 698 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman