Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Pemkot Denpasar Wanti-wanti Penutupan TPA Suwung Tak Picu Sampah di Sungai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar mengintensifkan berbagai langkah penanganan sampah perkotaan menjelang penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung yang dijadwalkan pada 23 Desember mendatang.
Sejumlah skema pengolahan diperkuat untuk menekan ketergantungan pada TPA dan mencegah dampak lingkungan lanjutan.
Upaya yang dilakukan meliputi optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Teba Modern, Komposter, Bank Sampah, hingga Pusat Daur Ulang (PDU) yang tersebar di tiga lokasi di Kota Denpasar.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, saat mendampingi Kunjungan Kerja Pelaksana Tugas Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup RI, Hanifah Dwi Nirwana, Sabtu (13/12). Kunjungan menyasar Pusat Pengelolaan Lingkungan Hidup Bali Nusa Tenggara, TPA Suwung, serta PDU Tahura Kota Denpasar.
Dalam waktu dekat, Pemkot Denpasar juga akan mengumpulkan 24 pengelola TPS3R guna membahas solusi atas berbagai kendala operasional, terutama terkait peningkatan kapasitas produksi pengolahan sampah.
"Tadi kepada ibu Deputi kita sudah melapor, tantangan dan kendala dalam prnanganan sampah, jadi kita komitmen dan terus bekerja, bagaimana sampah di Kota Denpasar dapat tertangani dengan baik," ujar Jaya Negara.
Ia menjelaskan, saat ini seluruh inovasi pengelolaan sampah yang ada baru mampu mengolah sekitar 280 hingga 300 ton sampah per hari. Karena itu, Pemkot Denpasar akan memaksimalkan peran PDU Tahura dan Kesiman Kertalangu guna meningkatkan kapasitas pengolahan.
"Ini yang akan kami gencarkan untuk memaksimalkan TPS3R, Teba Moderen, Komposter, Bank Sampah dan PDU yang ada di Denpasar, semoga bisa optimal sembari menunggu PSEL mulai beroperasi," katanya.
Selain itu, Pemkot Denpasar juga menjalin komunikasi dengan Gubernur Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup terkait kebijakan penanganan sampah agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru.
"Terkait dengan pelonggaran-pelonggaran, kami sudah komunikasikan dengan Pak Gubernur dan Ibu Plt. Deputi PSLB3 Kementerian LH, karena kami tidak menginginkan dampak lingkungan yang terjadi justru kita menyelesaikan masalah di TPA Suwung. Tetapi, sungai dan fasilitas umum kita itu dipenuhi sesak oleh sampah-sampah dari rumah tangga," tuturnya.
Sementara itu, Plt. Deputi PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup RI, Hanifah Dwi Nirwana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan meninjau progres pembenahan pengelolaan TPA Suwung, khususnya terkait pemenuhan sanksi dari Menteri Lingkungan Hidup.
"Yang memang dari sisi sanksi jatuh tempo 23 Desember ini, tapi kita sudah melihat itikad baik dari pemerintah daerah untuk jangka benah, namun ada beberapa kendala yang diperlukan untuk percepatan, salah satunya keeping, jadi kita perlu kerja yang kolaboratif dan lebih keras lagi," ujarnya.
Hanifah juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan sampah berkelanjutan sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat, terutama dalam pemilahan sampah berbasis sumber.
"Masyarakat itu dalam hal ini partisipasi masyarakat menjadi kunci penting juga dalam kolaborasi penanganan sampah berkelanjutan," ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3759 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1694 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang