Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Jelang Penutupan TPA Suwung, Dua TPS3R di Denpasar Beroperasi Januari 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat langkah antisipatif menjelang rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Suwung. Upaya ini dilakukan agar persoalan sampah di Kota Denpasar tetap tertangani secara optimal tanpa menimbulkan penumpukan di kawasan perkotaan.
Langkah konkret diwujudkan melalui percepatan pembangunan dua Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) baru di wilayah Pemecutan Kaja dan Desa Sidakarya.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menegaskan target agar dua TPS3R tersebut mulai beroperasi pada Januari 2026. Pernyataan ini disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan sampah, Sabtu (20/12), di Aula Mahotama Graha Sewaka Dharma.
“Pembangunan dua TPS3R baru harus segera dituntaskan dan dapat beroperasi pada Januari 2026. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan pengelolaan sampah di Kota Denpasar tetap berjalan optimal,” ujar Jaya Negara.
Rapat koordinasi melibatkan lintas perangkat daerah, camat, perbekel, dan lurah guna menyamakan langkah pengelolaan dari hulu hingga hilir. Wakil Walikota Denpasar, Pj. Sekda, serta OPD terkait turut hadir dalam forum tersebut.
Jaya Negara menegaskan fokus utama diarahkan pada penguatan pengelolaan sampah di sumbernya (hulu), optimalisasi pengolahan di tingkat menengah, dan peningkatan kapasitas pengolahan di hilir. Di sektor hulu, Pemkot Denpasar mempercepat pembangunan teba vertikal dan penyediaan tabung komposter.
Warga yang memiliki lahan diarahkan memanfaatkan teba vertikal, sementara yang tidak memiliki lahan difasilitasi tabung komposter. ASN dan non-ASN juga diminta menjadi teladan dalam pemilahan dan pengolahan sampah mandiri. Program ini memanfaatkan anggaran APBD dan APBDes sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kepala DLHK Kota Denpasar Ida Bagus Putra Wirabawa menyampaikan capaian pengadaan unit pengolah sampah tahun 2024–2025. Pada tahun 2024 telah terealisasi 240 unit teba vertikal. Tahun 2025 pengadaan mencapai 5.213 teba vertikal dan 11.949 tabung komposter melalui desa dan kelurahan.
Selain itu, perangkat daerah mengadakan 727 unit teba vertikal dan 236 tabung komposter, sehingga total pengadaan tercatat 5.717 unit teba vertikal dan 12.669 tabung komposter. Kebutuhan ideal ke depan diproyeksikan mencapai 345.833 unit dengan asumsi dua unit per kepala keluarga.
"Untuk tahun 2026, direncanakan pengadaan 1.911 unit teba vertikal dan 2.013 unit tabung komposter. Pada pengelolaan sampah di tingkat menengah, melaksanakan optimalisasi TPS3R agar pemasukan sampah disesuaikan dengan kapasitas olah, bukan semata volume. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pemilahan dan daur ulang," ujarnya.
Di sektor hilir, peningkatan kapasitas dilakukan melalui optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). TPST Padangsambian Kaja saat ini mampu mengolah hingga 35 ton sampah per hari dengan dukungan mesin pengolah organik, plastik, hingga teknologi energi baru terbarukan (EBT).
TPST Kesiman Kertalangu tengah menjalani uji coba kapasitas 14 ton per hari dan ditargetkan meningkat menjadi 35 ton usai perakitan mesin EBT rampung. Sementara TPST Tahura 1 ditargetkan memiliki kapasitas hingga 75 ton per hari dan kini dalam tahap komisioning mesin.
“Penguatan TPS3R, pembangunan TPS3R baru, pemutakhiran data swakelola di desa dan kelurahan, serta sosialisasi pemilahan sampah sesuai Perwali Nomor 76 Tahun 2019 menjadi langkah strategis yang harus dijalankan bersama. Desa dan kelurahan berperan sebagai koordinator, dengan camat sebagai pengawas,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang