Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pesan Terakhir PMI asal Karangasem Sebelum Tewas di Turki
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Duka mendalam menyelimuti Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal desa setempat, Ni Komang Dewantari (31), ditemukan meninggal dunia di Turki setelah jenazahnya ditemukan terdampar di bibir pantai.
Di balik tragedi tersebut, tersimpan pesan terakhir korban yang disampaikan kepada keluarga dua hari sebelum ia ditemukan meninggal dunia. Pesan itulah yang kini menjadi kenangan pahit bagi keluarga di kampung halaman.
Berdasarkan keterangan keluarga, pada 22 Desember 2025, Dewantari sempat menghubungi suaminya serta beberapa anggota keluarga. Dalam komunikasi itu, korban menyampaikan rasa tidak betah bekerja di Turki dan mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke Bali.
Korban juga mencurahkan kerinduannya kepada kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Ungkapan rindu dan harapan untuk kembali berkumpul bersama keluarga tersebut menjadi pesan terakhir Dewantari sebelum kabar duka datang dari luar negeri.
Paman korban, I Wayan Guntur, mengatakan setelah komunikasi terakhir tersebut, korban tidak lagi bisa dihubungi. Nomor telepon seluler Dewantari mendadak tidak aktif, hingga keluarga akhirnya menerima kabar dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki pada 25 Desember 2025.
“Korban ditemukan terdampar di bibir pantai dalam kondisi sudah meninggal dunia, setelah mendapat telepon terakhir sebenarnya kami sudah punya firasat kurang baik," ujar Guntur saat ditemui di rumah duka, Minggu (11/1/2026).
Dewantari diketahui berangkat ke Turki sekitar lima bulan lalu dengan kontrak kerja selama dua tahun. Keberangkatannya sempat tidak diketahui keluarga besar, termasuk suaminya. Keluarga baru mengetahui korban berada di Turki sekitar dua bulan lalu melalui unggahan media sosial.
Sebelum berangkat ke luar negeri, korban diketahui tinggal di rumah orang tua kandungnya setelah sempat mengalami permasalahan rumah tangga. Informasi tersebut diungkapkan pihak keluarga saat ditemui di rumah duka di Desa Tulamben, Karangasem.
Baca juga:
KBRI Amman Bekali PMI di Yordania Materi K3
Setelah ditemukan, jenazah Dewantari dibawa ke rumah sakit di Turki untuk menjalani pemeriksaan medis dan autopsi guna memastikan penyebab kematian. Hasil pemeriksaan yang diterima keluarga menyebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dalam surat keterangan rumah sakit disebutkan korban meninggal dunia karena tenggelam. Tidak ada tanda kekerasan, sayatan di tubuh korban murni untuk keperluan autopsi,” ungkapnya.
Jenazah Dewantari akhirnya dipulangkan ke Bali dan tiba pada 8 Januari 2026. Selanjutnya jenazah dibawa ke rumah duka di Desa Tulamben dan pada 10 Januari 2026 telah menjalani upacara kremasi di setra setempat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5902 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4629 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan