Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BBMKG: Sepekan ke Depan Karangasem–Buleleng Berpotensi Hujan Lebat

Minggu, 11 Januari 2026, 19:49 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok beritabali.com/BBMKG: Sepekan ke Depan KarangasemBuleleng Berpotensi Hujan Lebat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Hujan diprakirakan masih akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan di wilayah Bali. Intensitas hujan tinggi diprediksi berpotensi terjadi di sejumlah daerah, dengan wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng menjadi daerah dengan potensi hujan paling tinggi.

Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Luh Eka Arisanti, menyampaikan bahwa kondisi cuaca di Bali dalam sepekan ke depan masih didominasi hujan dengan intensitas bervariasi.

"Prakiraan cuaca wilayah Bali secara umum dalam 1 minggu ke depan masih berpotensi hujan ringan - lebat di sebagian besar wilayah Bali", ujar Prakirawan BBMKG Wilayah III, Luh Eka Arisanti, Minggu (11/1/2026).

Menurutnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Bali. Namun, intensitas hujan paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah Kabupaten Karangasem dan Buleleng.

"Dalam 3 hari ke depan wilayah yang berpotensi hujan sedang - lebat, wilayah Badung, Bangli, Gianyar, Tabanan, dan Jembrana. Sedangkan potensi hujan lebat, sangat lebat terjadi di wilayah Karangasem dan Buleleng.Berdasarkan prakiraan dikeluarkan oleh BMKG, dalam 1 minggu ke depan potensi hujan sedang - lebat dapat terjadi pada tanggal 11-15 Januari 2026, dan setelahnya intensitasnya mulai mengalami penurunan ujarnya," katanya.

Arisanti menjelaskan, tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari ke depan masih tergolong kategori normal. Hal ini seiring dengan wilayah Bali yang tengah memasuki puncak musim hujan.

"Kondisi cuaca saat ini merupakan kondisi yang normal terjadi pada puncak musim hujan yang diprakirakan terjadi hingga bulan Februari 2026.Faktor penyebab turunnya hujan, antara lain kondisi klimatologis bulan Januari yang merupakan musim hujan ditandai dengan hembusan angin barat yang mengandung banyak uap air dan menyebabkan terbentuknya awan-awan hujan di wilayah Bali dan sekitarnya," paparnya.

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai masyarakat Bali. Potensi tersebut meliputi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang berdurasi singkat.

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem pada musim hujan seperti genangan air, banjir dan pohon tumbang. Agar selalu memperhatikan Informasi resmi dari BMKG khususnya peringatan dini cuaca/iklim," imbaunya.

BMKG juga menyebutkan tinggi gelombang laut berpotensi mencapai 2 meter atau lebih di perairan utara dan selatan Bali, sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/aga



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami