Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Dua Sapi di Sumberklampok Terjangkit LSD
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dua ekor sapi milik warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, dilaporkan terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Kasus tersebut diketahui pada Senin (19/1) dan kini tengah dalam penanganan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Buleleng.
Baca juga:
Kementan Kirim 500 Vaksin LSD ke Jembrana
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, Selasa (20/1), menjelaskan bahwa dua sapi tersebut milik Somad, warga Banjar Dinas Tegal Bunder. Sapi itu dibeli sekitar satu bulan lalu dari salah satu kabupaten di Bali melalui transaksi online di media sosial Facebook.
Setelah beberapa hari dipelihara, kedua sapi mulai menunjukkan gejala sakit yang mengarah pada LSD. Tanda-tanda tersebut berupa munculnya bintik-bintik serta benjolan di bagian kulit sapi.
“Gejalanya hampir sama pada kedua sapi. Saat ini Balai Besar Veteriner sudah mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Melandrat.
Ia menerangkan, pada kondisi berat, sapi yang terserang LSD biasanya mengalami penurunan nafsu makan dan tampak kurus. Namun berdasarkan pengamatan awal petugas, kondisi kedua sapi tersebut kini sudah mulai membaik meskipun bekas luka di kulit masih terlihat.
Sebagai langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar lebih luas, Dinas Pertanian Buleleng langsung memberlakukan pembatasan lalu lintas ternak sapi di wilayah Desa Sumberklampok. Peternak diminta tidak mengeluarkan sapi dari desa hingga situasi dinyatakan aman.
“Kami minta peternak menahan dulu sapinya, tidak dibawa keluar desa sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Selain itu, petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Gerokgak juga diterjunkan untuk melakukan pengawasan intensif serta pendampingan kepada para peternak setempat.
Melandrat turut mengimbau peternak agar lebih berhati-hati saat membeli sapi, terutama melalui transaksi daring, karena riwayat kesehatan ternak kerap sulit dipastikan. Ia menambahkan, penyakit LSD memiliki tingkat kematian yang rendah dan sapi masih dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.
“Perawatannya tidak mahal, cukup meningkatkan daya tahan tubuh sapi dan mengendalikan serangga. Jika sudah sembuh dan dinyatakan sehat, daging sapi tetap aman untuk dikonsumsi,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3312 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan