Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Dua Sapi di Sumberklampok Terjangkit LSD

Selasa, 20 Januari 2026, 17:33 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Dua Sapi di Sumberklampok Terjangkit LSD.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dua ekor sapi milik warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, dilaporkan terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). 

Kasus tersebut diketahui pada Senin (19/1) dan kini tengah dalam penanganan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Buleleng.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, Selasa (20/1), menjelaskan bahwa dua sapi tersebut milik Somad, warga Banjar Dinas Tegal Bunder. Sapi itu dibeli sekitar satu bulan lalu dari salah satu kabupaten di Bali melalui transaksi online di media sosial Facebook.

Setelah beberapa hari dipelihara, kedua sapi mulai menunjukkan gejala sakit yang mengarah pada LSD. Tanda-tanda tersebut berupa munculnya bintik-bintik serta benjolan di bagian kulit sapi.

“Gejalanya hampir sama pada kedua sapi. Saat ini Balai Besar Veteriner sudah mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Melandrat.

Ia menerangkan, pada kondisi berat, sapi yang terserang LSD biasanya mengalami penurunan nafsu makan dan tampak kurus. Namun berdasarkan pengamatan awal petugas, kondisi kedua sapi tersebut kini sudah mulai membaik meskipun bekas luka di kulit masih terlihat.

Sebagai langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar lebih luas, Dinas Pertanian Buleleng langsung memberlakukan pembatasan lalu lintas ternak sapi di wilayah Desa Sumberklampok. Peternak diminta tidak mengeluarkan sapi dari desa hingga situasi dinyatakan aman.

“Kami minta peternak menahan dulu sapinya, tidak dibawa keluar desa sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.

Selain itu, petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Gerokgak juga diterjunkan untuk melakukan pengawasan intensif serta pendampingan kepada para peternak setempat.

Melandrat turut mengimbau peternak agar lebih berhati-hati saat membeli sapi, terutama melalui transaksi daring, karena riwayat kesehatan ternak kerap sulit dipastikan. Ia menambahkan, penyakit LSD memiliki tingkat kematian yang rendah dan sapi masih dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

“Perawatannya tidak mahal, cukup meningkatkan daya tahan tubuh sapi dan mengendalikan serangga. Jika sudah sembuh dan dinyatakan sehat, daging sapi tetap aman untuk dikonsumsi,” tandasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami