Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dua Sapi di Sumberklampok Terjangkit LSD
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dua ekor sapi milik warga di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, dilaporkan terserang penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).
Kasus tersebut diketahui pada Senin (19/1) dan kini tengah dalam penanganan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Buleleng.
Baca juga:
Kementan Kirim 500 Vaksin LSD ke Jembrana
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat, Selasa (20/1), menjelaskan bahwa dua sapi tersebut milik Somad, warga Banjar Dinas Tegal Bunder. Sapi itu dibeli sekitar satu bulan lalu dari salah satu kabupaten di Bali melalui transaksi online di media sosial Facebook.
Setelah beberapa hari dipelihara, kedua sapi mulai menunjukkan gejala sakit yang mengarah pada LSD. Tanda-tanda tersebut berupa munculnya bintik-bintik serta benjolan di bagian kulit sapi.
“Gejalanya hampir sama pada kedua sapi. Saat ini Balai Besar Veteriner sudah mengambil sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Melandrat.
Ia menerangkan, pada kondisi berat, sapi yang terserang LSD biasanya mengalami penurunan nafsu makan dan tampak kurus. Namun berdasarkan pengamatan awal petugas, kondisi kedua sapi tersebut kini sudah mulai membaik meskipun bekas luka di kulit masih terlihat.
Sebagai langkah pencegahan agar penyakit tidak menyebar lebih luas, Dinas Pertanian Buleleng langsung memberlakukan pembatasan lalu lintas ternak sapi di wilayah Desa Sumberklampok. Peternak diminta tidak mengeluarkan sapi dari desa hingga situasi dinyatakan aman.
“Kami minta peternak menahan dulu sapinya, tidak dibawa keluar desa sampai kondisi benar-benar aman,” tegasnya.
Selain itu, petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Gerokgak juga diterjunkan untuk melakukan pengawasan intensif serta pendampingan kepada para peternak setempat.
Melandrat turut mengimbau peternak agar lebih berhati-hati saat membeli sapi, terutama melalui transaksi daring, karena riwayat kesehatan ternak kerap sulit dipastikan. Ia menambahkan, penyakit LSD memiliki tingkat kematian yang rendah dan sapi masih dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.
“Perawatannya tidak mahal, cukup meningkatkan daya tahan tubuh sapi dan mengendalikan serangga. Jika sudah sembuh dan dinyatakan sehat, daging sapi tetap aman untuk dikonsumsi,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan