Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Budidaya Lele Desa Tulikup Tekan Stunting
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, terus berinovasi dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.
Sejak tahun 2022, desa ini mengembangkan program budidaya ikan lele di Banjar Pande sebagai solusi terpadu yang menyentuh sektor ekonomi, pangan, dan kesehatan masyarakat.
Baca juga:
BUMDes Desa Tulikup Sukses Jual Gas, Sehari 1.000 Tabung Tersalur
Program budidaya lele tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tulikup atas penunjukan langsung Pemerintah Desa Tulikup. Perbekel Desa Tulikup, I Made Ardika, Jumat (23/1), menjelaskan bahwa saat ini budidaya lele dikembangkan melalui 24 kolam terpal dengan kapasitas produksi yang cukup besar.
Setiap kolam terpal diisi sekitar 10 ribu bibit lele, dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai kurang lebih 7 ribu ekor per kolam.
“Untuk skala desa, hasil ini tergolong optimal dan berkelanjutan,” ujar Ardika.
Panen lele dilakukan secara berkala setiap 2,5 bulan. Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ikan segar, tetapi juga diolah lebih lanjut dengan melibatkan Tim Penggerak PKK Desa Tulikup. Ikan lele tersebut diolah menjadi berbagai produk makanan bergizi yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan tambahan (BMT).
Pada tahap awal, BMT berbahan dasar lele ini difokuskan untuk menangani tujuh kasus stunting yang tercatat di Desa Tulikup. Seiring konsistensi pelaksanaan dan optimalisasi program, angka stunting berhasil ditekan secara signifikan hingga kini hanya tersisa satu anak.
Produk olahan lele tersebut secara rutin disalurkan melalui kegiatan Posyandu dan dijadikan menu tambahan bagi balita di wilayah Desa Tulikup.
“Lele kami pilih karena kandungan gizinya tinggi, mudah diolah, dan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak,” tambah Ardika.
Keberhasilan program budidaya lele ini menjadi contoh sinergi nyata antara BUMDes, PKK, dan layanan kesehatan desa dalam menanggulangi stunting. Inovasi Desa Tulikup bahkan menarik perhatian daerah lain sebagai model praktik baik.
Sepanjang tahun 2024, Desa Tulikup kerap menjadi lokasi studi tiru, tidak hanya dari kabupaten lain di Bali, tetapi juga dari luar daerah seperti Yogyakarta. Program ini dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan