Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Paus Sperma Kerdil Terdampar di Pantai Tembles
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Seekor paus sperma kerdil kembali terdampar di pesisir Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, pada Selasa pagi (27/1/2026). Mamalia laut tersebut sehari sebelumnya sempat ditemukan warga dalam kondisi masih hidup namun terlihat lemah.
Penemuan awal terjadi pada Senin malam (26/1/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Dua warga setempat, I Made Widiarsana (52) dan I Gede Wirajana (54), melihat paus itu terombang-ambing di dekat bibir pantai sebelum akhirnya terdampar.
Baca juga:
Paus Tersangkut Karang di Perairan Gilimanuk
“Kondisinya sudah kelihatan lemas, ada memar juga di badannya. Kami coba bantu dorong ke laut karena masih hidup,” ujar Widiarsana.
Meski sempat diarahkan kembali ke perairan, paus tersebut kembali terdampar di lokasi yang sama keesokan paginya. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada aparat desa serta penyuluh perikanan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Petugas gabungan bersama penyuluh perikanan Kecamatan Mendoyo langsung turun ke lokasi guna melakukan pengecekan dan memastikan area tetap aman dari kerumunan warga. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali agar penanganan terhadap satwa dilindungi ini berjalan sesuai prosedur.
Sekitar pukul 11.25 WITA, tim Jaringan Satwa Indonesia (JSI) / Jakarta Animal Aid Network (JAAN) wilayah Buleleng tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. Ketua tim, drh. Farida Ulya Nugrahatin Dwi, mengungkapkan bahwa mamalia laut tersebut merupakan paus sperma kerdil dengan panjang sekitar 210 sentimeter.
“Dari kondisi fisiknya, kemungkinan besar paus ini mengalami disorientasi. Itu sering terjadi pada satwa laut tertentu, terutama saat cuaca atau arus tidak stabil,” jelasnya.
Farida menambahkan, memar yang terlihat pada tubuh paus masih memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pastinya.
“Kami belum bisa simpulkan penyebab pastinya. Namun saat ditemukan, respons geraknya cukup lemah sehingga harus segera ditangani,” lanjut Farida.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, paus sperma kerdil tersebut dievakuasi ke Kantor JSI/JAAN di Banyuwedang, Kabupaten Buleleng, untuk menjalani observasi serta perawatan intensif. Proses evakuasi berlangsung sekitar pukul 11.45 WITA dengan dukungan tim gabungan di lapangan.
“Kami akan pantau perkembangannya dulu. Jika kondisinya membaik dan memungkinkan, target kami tentu upaya pelepasliaran kembali ke habitatnya,” ujar Farida.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3326 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 735 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan