Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 10 September 2026
DPRD Karangasem Soroti Gas Melon Tak Tepat Sasaran
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
DPRD Karangasem menyoroti pentingnya perlindungan konsumen, khususnya terkait distribusi LPG 3 kilogram atau gas melon yang dinilai masih belum tepat sasaran. Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat kurang mampu yang justru kesulitan memperoleh gas bersubsidi.
Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta, menegaskan LPG 3 kilogram merupakan hak masyarakat miskin yang harus dijaga ketersediaan serta pendistribusiannya.
Namun di lapangan, masih ditemukan gas melon yang justru digunakan oleh pelaku usaha, seperti pedagang makanan dan usaha lain yang seharusnya memakai tabung non-subsidi ukuran 5,5 kilogram atau 12 kilogram.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan dalam rantai distribusi. Jika dibiarkan, subsidi pemerintah tidak akan tepat sasaran dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan akan terus dirugikan.
Karena itu, DPRD Karangasem mendorong pemerintah daerah agar melakukan pengawasan yang lebih sistematis dan menyeluruh. Selain memastikan kuota LPG bersubsidi tetap aman, distribusi juga perlu diawasi hingga tingkat agen, pangkalan, dan pengecer untuk mencegah penyimpangan.
Bahkan, DPRD Karangasem berencana membentuk panitia khusus (pansus) perlindungan konsumen guna memperkuat fungsi pengawasan, tidak hanya pada distribusi LPG bersubsidi, tetapi juga sektor lain seperti pengawasan timbangan di pasar dan SPBU.
“Subsidi itu untuk rakyat miskin. Jangan sampai yang berhak justru tidak kebagian,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3277 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 764 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 701 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman