Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Dukcapil Denpasar Rekam KTP-el Napi di Lapas Kerobokan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar melaksanakan pelayanan perekaman KTP elektronik (KTP-el) di Lapas Kerobokan. Kegiatan ini menyasar dua orang narapidana asal Denpasar yang belum memiliki KTP-el.
Perekaman dilakukan setelah adanya permohonan dari pihak keluarga narapidana. Layanan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh warga Denpasar memiliki identitas kependudukan yang sah.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Denpasar, Ni Putu Puji Astuti, membenarkan perekaman tersebut dilakukan berdasarkan permintaan keluarga.
"Kami memberikan pelayanan perekaman untuk dua orang napi. Itu atas permintaan pihak keluarga," ungkapnya, Rabu (4/3/2026).
Baca juga:
Gandeng Diskominfo, Disdukcapil Gianyar Genjot Layanan Adminduk Digital di Desa dan Kelurahan
Puji Astuti menjelaskan, saat ini telah diberlakukan sistem baru dalam pencetakan Kartu Keluarga (KK) revisi. Apabila dalam satu KK masih terdapat anggota keluarga yang belum melakukan perekaman KTP-el, maka KK revisi tidak dapat dicetak.
Pada hari yang sama, Disdukcapil Denpasar juga melaksanakan layanan jemput bola perekaman KTP-el di SMA Dwijendra. Dalam kegiatan tersebut, tiga siswa usia 17 tahun melakukan perekaman, sementara perekaman usia 16 tahun menyasar 29 siswa.
"Total rekam di SMA Dwijendra ada 32 siswa. Ada juga rekam cetak 1 orang, dan aktivasi IKD menyasar 7 orang," akunya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata, menyatakan bahwa pelayanan jemput bola merupakan strategi efektif untuk meningkatkan cakupan perekaman KTP-el di Kota Denpasar, khususnya bagi warga yang mengalami keterbatasan akses.
Ia menyebutkan, masih ada kelompok masyarakat yang belum melakukan perekaman, seperti lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Kalau usia masih muda misal 17 tahun mereka memerlukan banyak hal dan dokumen sehingga pasti akan melakukan perekaman," ungkapnya.
Disdukcapil Denpasar pun mengimbau keluarga yang memiliki anggota lansia, disabilitas, atau ODGJ yang belum melakukan perekaman KTP-el agar melapor melalui kantor Dukcapil atau perangkat wilayah setempat. Petugas akan melakukan perekaman langsung ke rumah warga.
"Kami akan layani ke rumah kalau memang tidak bisa datang," janjinya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5877 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4616 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan