Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Demer Soroti Ketimpangan Pembangunan Bali, Karangasem Dinilai Masih Tertinggal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ketimpangan pembangunan di Bali kembali menjadi sorotan. Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih menilai “pembagian kue pembangunan” di Pulau Dewata hingga kini masih belum merata, khususnya bagi wilayah Bali Timur.
Menurut pria yang akrab disapa Demer tersebut, pembangunan masih terlalu terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan seperti Denpasar dan Badung, sementara daerah lain seperti Karangasem dan Buleleng belum mendapatkan porsi yang seimbang. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga ketersediaan lapangan kerja.
“Kalau dilihat secara jujur, pembangunan di Bali ini belum merata. Wilayah selatan berkembang sangat pesat, sementara Bali Timur dan Utara masih tertinggal,” ujar Demer, Minggu (15/3/2026).
Ia mencontohkan sektor pendidikan tinggi yang dinilai masih terpusat di wilayah selatan. Banyak perguruan tinggi berdiri di Denpasar dan Badung, sementara daerah seperti Karangasem masih memiliki akses yang terbatas terhadap pendidikan tinggi.
Baca juga:
Pj Gubernur Bali Ajak Stakeholders Atasi Ketimpangan Pembangunan Bali Utara dan Bali Selatan
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Demer mendorong pemerintah mempertimbangkan kebijakan moratorium pembangunan perguruan tinggi baru di wilayah yang sudah padat, agar pengembangan kampus dapat diarahkan ke wilayah timur Bali.
Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di Karangasem tidak hanya membuka akses pendidikan bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.
Selain pendidikan, Demer juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau wilayah timur Bali. Salah satunya terkait pembangunan jalan by pass yang hingga kini belum tersambung secara maksimal menuju Karangasem.
Ia menilai keterbatasan infrastruktur tersebut turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah. Akibatnya, banyak masyarakat dari Karangasem dan Buleleng yang memilih bekerja di wilayah Denpasar, Badung, maupun Gianyar karena peluang kerja di daerah asal masih terbatas.
“Kalau infrastrukturnya belum kuat, investasi juga sulit masuk. Dampaknya peluang kerja di daerah juga minim,” jelas politisi asal Buleleng itu.
Demer menegaskan dirinya akan terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah Bali Timur dan Utara. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar kesenjangan pembangunan di Bali tidak semakin melebar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1984 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1846 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1748 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun