Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Demer Soroti Ketimpangan Pembangunan Bali, Karangasem Dinilai Masih Tertinggal
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Ketimpangan pembangunan di Bali kembali menjadi sorotan. Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih menilai “pembagian kue pembangunan” di Pulau Dewata hingga kini masih belum merata, khususnya bagi wilayah Bali Timur.
Menurut pria yang akrab disapa Demer tersebut, pembangunan masih terlalu terkonsentrasi di kawasan Bali Selatan seperti Denpasar dan Badung, sementara daerah lain seperti Karangasem dan Buleleng belum mendapatkan porsi yang seimbang. Kondisi tersebut berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga ketersediaan lapangan kerja.
“Kalau dilihat secara jujur, pembangunan di Bali ini belum merata. Wilayah selatan berkembang sangat pesat, sementara Bali Timur dan Utara masih tertinggal,” ujar Demer, Minggu (15/3/2026).
Ia mencontohkan sektor pendidikan tinggi yang dinilai masih terpusat di wilayah selatan. Banyak perguruan tinggi berdiri di Denpasar dan Badung, sementara daerah seperti Karangasem masih memiliki akses yang terbatas terhadap pendidikan tinggi.
Baca juga:
Pj Gubernur Bali Ajak Stakeholders Atasi Ketimpangan Pembangunan Bali Utara dan Bali Selatan
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Demer mendorong pemerintah mempertimbangkan kebijakan moratorium pembangunan perguruan tinggi baru di wilayah yang sudah padat, agar pengembangan kampus dapat diarahkan ke wilayah timur Bali.
Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi di Karangasem tidak hanya membuka akses pendidikan bagi masyarakat setempat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi baru di daerah tersebut.
Selain pendidikan, Demer juga menyoroti pembangunan infrastruktur yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau wilayah timur Bali. Salah satunya terkait pembangunan jalan by pass yang hingga kini belum tersambung secara maksimal menuju Karangasem.
Ia menilai keterbatasan infrastruktur tersebut turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah. Akibatnya, banyak masyarakat dari Karangasem dan Buleleng yang memilih bekerja di wilayah Denpasar, Badung, maupun Gianyar karena peluang kerja di daerah asal masih terbatas.
“Kalau infrastrukturnya belum kuat, investasi juga sulit masuk. Dampaknya peluang kerja di daerah juga minim,” jelas politisi asal Buleleng itu.
Demer menegaskan dirinya akan terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya bagi wilayah Bali Timur dan Utara. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih agar kesenjangan pembangunan di Bali tidak semakin melebar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5825 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4596 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2562 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2205 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2190 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan