Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pendakian Gunung Agung Ditutup Saat Piodalan Pura Agung Besakih
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Aktivitas pendakian ke Gunung Agung resmi ditutup sementara selama pelaksanaan Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiartha dalam keterangannya menegaskan bahwa penutupan ini diberlakukan mulai 29 Maret hingga 25 April 2026.
"Seluruh masyarakat maupun wisatawan diminta untuk tidak melakukan aktivitas pendakian selama rangkaian upacara berlangsung," ujarnya.
Kebijakan tersebut diambil guna menjaga kesucian kawasan, mengingat Gunung Agung dan Pura Besakih merupakan satu kesatuan wilayah suci yang tidak terpisahkan secara sekala maupun niskala.
Imbauan ini diharapkan dapat dipatuhi oleh seluruh pihak sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menghormati jalannya upacara keagamaan di kawasan suci tersebut.
Untuk diketahui, rangkaian Karya IBTK berlangsung selama 21 hari, dengan puncak upacara jatuh pada Purnama Sasih Kedasa, 2 April 2026.
Selama periode tersebut, berbagai tahapan upacara telah dan akan dilaksanakan, diikuti oleh penganyar dari seluruh kabupaten/kota di Bali hingga penutupan karya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3859 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1933 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1691 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1529 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun