Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
20 Ton Sampah per hari di Gili Trawangan Dikelola dengan Teknologi RDF
Seperti di Bali
BERITABALI.COM, NTB.
Pengelolaan sampah di tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) masih menjadi masalah utama di Gili Trawangan. Polanya masih menggunakan pembakaran dengan mesin insinerator yang tidak cocok untuk diterapkan di destinasi wisata.
Pengelolaan sampah di Gili Trawangan yang mencapai 20 ton per hari, jadi fokus pembenahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), saat kunjungan beberapa hari lalu ke tiga Gili.
”Masalah sampah harus segera ditangani, karena di pariwisata, syarat utama agar nyaman itu harus bersih,” kata Staf Khusus Kepala Bappenas, Ervan Maksum.
Karena itu, pendekatan yang akan dilakukan Bappenas, kata Ervan, dengan menggunakan teknologi refused derived fuel (RDF). Sampah akan melalui proses homogenizers menjadi ukuran lebih kecil atau dibentuk menjadi pelet.
Dengan teknologi RDF, industri pariwisata dan rumah tangga di Gili Trawangan yang menghasilkan sampah, harus melakukan pemilahan. Cara ini disebut Ervan, telah diterapkan di Bali.
"Di Bali dengan RDF, sampah dipilah. Ini sudah terbukti dan murah. Untuk pariwisata itu paling cocok,” ujarnya.
Pemda Lombok Utara juga menaruh atensi terhadap persoalan yang sama. Pada Mei 2022, Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto sempat meninjau langsung TPST di Gili Trawangan.
”Solusinya sedang kita komunikasikan dengan stakeholder terkait,” ujar Danny.
Persoalan sampah di tiga Gili, khususnya di TPST Gili Trawangan cukup serius. Apalagi volume sampah setiap harinya mencapai 18-20 ton. Sehingga butuh langkah konkret bersama mengatasi hal itu.
Ada beberapa opsi penanganan yang dibahas. Di antaranya inventarisasi infrastrukturnya, pengelolaan hingga SDM. Namun ada beberapa opsi yang juga harus dibicarakan kembali mengingat hal itu membutuhkan kajian.
Mengenai usulan keterlibatan pihak ketiga, Danny masih belum berkomentar. Namun dia mengatakan, ada usulan pelaku wisata untuk pengelolaan mandiri dengan melibatkan UPTD Persampahan DLH dan masyarakat.
”Opsi-opsi kerjasama dengan badan usaha atau swasta sempat dibicarakan. Apapun hasilnya nanti, itu kesepakatan kita bersama,” katanya.
Berbicara soal sampah di TPST Gili Trawangan, Danny mengaku ada muncul opsi penggeseran. Namun hal ini masih belum mencapai kata kesepakatan bersama.
Mengenai keterbatasan SDM di TPST Gili Trawangan, politisi Gerindra ini mengatakan itu menjadi evaluasi bersama. Sebab di satu sisi, SDM pemerintahan terbatas dengan sampah yang mencapai 20 ton per harinya.
”Ketika ada hasil masukan, nanti akan kita sampaikan. Yang jelas bagaimana kita konsentrasi menangani sampah di tiga Gili, khususnya Trawangan,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan