Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
37 Kapal Cepat Distandarisasi untuk Angkut Wisatawan dari Bali ke 3 Gili
BERITABALI.COM, NTB.
Persiapan pemberlakuan one gate system, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menyiapkan sedikitnya 37 unit public boat (kapal umum) untuk mengangkut para wisatawan yang datang dari dan ke Bali–Gili Tramena (Trawangan, Meno, Air).
Mendukung dilakukannya penerapan one gate sytem ini, telah dilakukan standarisasi terhadap 37 kapal cepat untuk mengangkut wisatawan.
“Kita sudah standarisasi 37 armada public boat. Selain armada, kesiapan SDM juga menjadi perhatian pemerintah dalam pemberlakukan one get system tersebut,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Moh Faozal.
Sementara penerapan kebijakan one gate system ini masih menunggu kesiapan dari Koperasi Karya Bahari selaku stakeholder yang menyiapkan public boat lokal untuk mengangkut6 wisatawan dari Pelabuhan Bangsal menuju kawasan Gili Tramena.
“Sudah ada 37 public boat yang disiapkan untuk mengangkut penumpang (wisatawan). Nantinya kapal cepat (fast boat) yang datang dari Bali tidak bisa lagi langsung menurunkan penumpangnya di Gili Tramena, melainkan di Pelabuhan Bangsal,” kata Kepala Dinas Pariwisata KLU, Ainal Yakin.
Wisatawan yang diberangkatkan dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Tramena, akan menggunakan armada lokal (public boat) milik Koperasi Karya Bahari (KKB). Namun sebaliknya, untuk penjemputan wisatawan, kapal cepat bisa langsung dari Gili Tramena.
Penerapan one gate system tidak semata-mata langsung diberlakukan. Terpenting adalah kebijakan baru ini merupakan keputusan Forkopimda, setelah dikaji secara bersama-sama. Tentu dengan menghitung dampak positif dan negatifnya terhadap pariwisata daerah.
Hanya saja kapan tepatnya penerapan one gate system ini dilakukan. Pihaknya menyebut sedang menunggu kondisi membaik terlebih dahulu. Mengingat kondisi Pelabuhan Bangsal yang juga tengah buka tutup, imbas cuaca buruk yang melanda belakangan ini.
“Dalam waktu dekat akan dilakukan technical meeting untuk menentukan kapan dimulainya one gate system, dengan mengundang semua elemen terkait,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, setelah kondisi cuaca membaik, kebijakan one gate system akan secepatnya diterapkan. Namun jika sistem ini berdampak pada berkurangnya kunjungan wisatawan, tentunya pemerintah akan kembali mengevaluasi.
“Itu akan dilihat nanti, kalau memang ada dampak dengan diberlakukannya one gate system, pemerintah daerah akan mengevaluasi kembali,” imbuhnya.
Ainal tidak menampik bahwa penerapan one gate system ini masih menimbulkan pro dan kontra ditengah masyarakat. Terutama kaitannya dengan kemudahan wisatawan yang datang dari Bali. Tentunya mempertimbangkan kenyamanan dan efisiensi waktu untuk berwisata.
Sementara dengan penerapan one gate system, wisatawan dari Bali diharuskan melalui Pelabuhan Bangsal. Baru kemudian wisatawan diangkut menggunakan kapal umum milik Koperasi Karya Bahari menuju Gili Tramena. Artinya, ini saja sudah memakan waktu dan memberikan kesan kurang baik kepada wisatawan.
Kendati demikian pihaknya meyakini penerapan one gate system ini sudah melalui pertimbangan yang matang. Tidak hanya satu sisi, melainkan dengan melihat kepentingan seluruh masyarakat Lombok Utara.
Sebab, pemerintah menginginkan perkembangan pariwisata Lombok Utara tidak hanya terfokus pada Gili Tramena saja. Tetapi dengan kebijakan baru ini, diharapkan wilayah lain seperti objek wisata Senaru atau desa-desa wisata lainnya mendapat dampak dari kunjungan wisata ke Gili Tramena.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan