Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
48 Warga Masih Mengungsi Pascabanjir di Denpasar, Butuh Bantuan Vitamin dan Kompor
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pascabencana banjir yang terjadi di berbagai daerah di Bali, para pengungsi masih nampak menempati kamp pengungsian.
Ada beberapa yang sudah kembali ke rumah keluarga. Namun uluran bantuan sangat dibutuhkan bagi sejumlah tempat pengungsian, terutama bantuan petugas kesehatan dari pemerintah selain bantuan kebutuhan pokok.
Sebagaimana terlihat di kamp pengungsi Banjar Dakdakan Kelurahan Peguyangan Denpasar pada Kamis (11/9), para warga mulai mengungsi sejak 10 September sore sekitar pukul 16.00 WITA.
Kaling Banjar Dakdakan, Wayan Rustika Darma, mengatakan sebelumnya ada 75 pengungsi, namun beberapa sudah pindah dan ada dijemput keluarganya.
“Sekarang masih 48 orang. Kemarin 75 orang sudah pindah beberapa,” ucapnya.
Untuk saat ini bantuan bagi pengungsi sudah mencukupi, termasuk petugas kesehatan juga melakukan pemeriksaan. “Bantuan banyak, ada dari masyarakat sekitar, kapolsek, juga dari perusahaan,” akunya.
Menurutnya, sangat dibutuhkan bantuan berupa vitamin dan kompor untuk memasak mie instan. Kata dia, dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar rutin melakukan pengecekan kesehatan.
“Kemarin ada kena paku sudah ditangani Puskesmas dan ada yang langsung dibawa ke Wangaya. Kondisi di wilayah kami dari kejadian kemarin, beberapa rumah warga hancur, mobil 5 hanyut dan motor 8 unit rusak,” paparnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3321 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 789 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan