Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
79 Persen Desa Wisata di Bangli Mati Suri
BERITABALI.COM, BANGLI.
Sebanyak 79 persen desa wisata di Kabupaten Bangli mengalami mati suri. Dari total 34 desa wisata yang telah ditetapkan, hanya 7 desa yang dinilai aktif dan mampu berkembang, sedangkan sisanya hanya sebatas nama tanpa aktivitas atau perkembangan yang berarti.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Bangli. Ketua Umum Forkomdewi Kabupaten Bangli, I Kadek Darmayasa Karang, yang juga menjabat sebagai Waka Humas Pemerintah, Kelembagaan dan IT DPD Asita Bali, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendorong kemajuan desa wisata melalui berbagai kolaborasi dan program pengembangan.
Baca juga:
SDM Kunci Majukan Desa Wisata Bali
"Pihak kami siap untuk memajukan desa wisata yang ada di Kabupaten Bangli, dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa wisata," tegasnya pada 16 Juli 2025.
Ia mengakui, keterlibatan personal yang benar-benar serius untuk mengelola desa wisata masih sangat minim. Hal ini terbukti dari dominasi desa wisata yang tidak aktif.

"Hingga saat ini, personal yang serius untuk mengurus dan menumbuhkembangkan desa wisata masih kurang. Terbukti dari 34 desa wisata yang ada, 79 persen mati suri, hanya 7 desa wisata yang aktif dan mampu berkembang," ujarnya.
Padahal, menurutnya, Kabupaten Bangli memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, terutama karena topografi berbukit yang memberikan daya tarik tersendiri dibandingkan wilayah lain di Bali.
Sebagai bentuk komitmen, Forkomdewi Bangli berencana menyelenggarakan Festival Desa Wisata Kabupaten Bangli sebagai ajang promosi dan penguatan jaringan desa wisata.
"Sebagai komitmen dalam memajukan desa wisata di Bangli, pihak Forkomdewi Bangli akan berkolaborasi dengan pihak terkait agar bisa menyelenggarakan Festival Desa Wisata Kabupaten Bangli. Sehingga bisa mengakomodir seluruh desa wisata yang ada dan mengangkat potensi yang dimiliki," lanjutnya.
Melalui festival ini, Forkomdewi berharap seluruh desa wisata di Bangli dapat lebih dikenal, menggeliat kembali, dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian lokal serta pelestarian budaya masyarakat Bangli.
"Diharapkan dengan kerjasama seluruh pihak, seluruh desa wisata yang ada di Bangli terus berkembang sehingga berdampak positif pada perekonomian lokal dan pelestarian budaya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5900 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4628 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2593 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2238 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan