Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Balapan Liar di Negara Makin Resahkan Warga
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Aksi balapan liar (trek-trekan) rupanya makin meresahkan masyarakat sehingga pihak kepolisian merasa perlu menggandeng pecalang untuk menghentikan aksi liar tersebut. Keresahan masyarakat itu juga dipicu seringnya aksi nekad yang dilakoni anak muda ini, menelan korban jiwa.
Diliriknya pecalang oleh pihak kepolisian lantaran pecalang bernaung di bawah lembaga adat yang diatur dengan awig-awig sehingga diharapkan aksi liar ini bisa ditekan seminimal mungkin.
Kasat Lantas Polres Jembrana, AKP Wahyu Tri Cahyono, Selasa (25/11) mengatakan dengan melibatkan pecalang para pelaku aksi trek-trekan ini diharapkan bisa sadar karena dilakukan dengan pendekatan adat
"Kita berupaya untuk menekan aksi trek-trekan ini yang salah satunya dengan pendekatan adat, yakni dengan melibatkan pecalang. Dengan demikian, diharapkan para pelaku aksi liar ini bisa sadar," terang Wahyu.
Selain itu, kata Wahyu, untuk menekan makin banyaknya korban jiwa akibat laka lantas di jalur setan, pihaknya akan membuat berbagai kajian dan rekayasa lalu lintas.
"Sebenarnya yang terpenting untuk menekan angka lakalantas adalah kesadaran masyarakat," tandasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan