Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Banyak Akun Palsu Provokasi di Medsos, Polres Jembrana Gencar Patroli Virtual
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Polres Jembrana akan menggencarkan Patroli Virtual Police untuk menyikapi banyaknya akun palsu yang beredar di media sosial (facebook) yang selama ini menyebabkan keresahan pengguna media sosial dengan sengaja memprovokasi, ujaran kebencian dengan kata-kata kotor.
Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan selama ini pihaknya sudah melakukan Patroli virtual Police untuk memantau perkembangan situasi di media sosial terutama facebook. Pihaknya mengajak pengguna untuk menjaga etika di media sosial.
"Patroli ini sudah kita sering lakukan, selama ini kita tetap melakukan patroli dan memantau yang mana kata-katanya kasar yang tidak baik dibaca oleh seseorang apalagi menyebarkan berita hoaks. Kami tidak melarang untuk bermedia sosial, tapi bisa menjaga kamtibmas dengan kata-kata yang baik," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (17/2/2023).
Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan imbauan dan terus memantau perkambangan di medsos.
"Kita sekarang sudah memberikan imbauan di medsos, kritik boleh asalkan dengan cara yang benar dan tidak menggunakan kata-kata yang kotor untuk tidak meracuni masyarakat yang lain," jelasnya.
Untuk tindakan yang akan lakukan kedepannya, pihaknya akan melakukan tindakan sesuai prosedur.
"Tentu kita sesuai dengan prosudur kalau memang itu substansinya memang ada yang dilanggar kita lakukan langkah. Kita tetap mengimbau terlebih dahulu. Jika aturan ada yang dilanggar atau ada laporan kita melakukan langkah penegakan hukum," ujarnya.
Atas dasar dari siber, pihaknya mengaku, menginventarisir yang berpotensi mengarah provokasi atau melakukan tindakan pidana di bidang ITE.
"Kita tetap koordinasi dengan Polda, karena itu akan dianalisis oleh Polda dan Mabes Polisi kalau memang arahnya sangat meresahkan," katanya.
Dalam hal ini, pihaknya akan mengantisipasi akun palsu yang tersebar di media sosial yang berniat menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.
"Kita antisipasi akun palsu itu, dari awal niat mereka melakukan hal-hal hal yang tidak benar mereka lakukan, entah menyerang seseorang dengan kata-kata kasat, melakukan tindak pidana. Itu adalah niat yang tidak diketahui oleh orang lain," terangnya.
Dewa Gde menghimbau, untuk pengguna media sosial tetap menjaga etika dalam berkomunikasi untuk tidak memunculkan permasalahan di dunia maya entah itu memprovokasi, menghina orang itu harus tetap dijaga.
"Yang akun palsu dari awal mereka kalau membuat akun palsu pasti ada niat sesuatu yang akan dia lakukan di kemudian hari," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6020 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2351 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan