Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Banyak Pedagang Pasar Galiran Tak Ikut Rapid Test, Suwirta Ancam Larang Jualan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Hari ini, Rabu (24/6/2020) merupakan hari terakhir penutupan Pasar Umum Galiran, Klungkung selama tiga hari (Senin-Rabu) dan rapid test yang dilakukan secara massal bergiliran untuk pedagang juga dihari terakhir.
[pilihan-redaksi]
Sejak pagi, pedagang pasar silih berganti berdatangan untuk melakukan rapid test yang dipusatkan di Terminal Galiran Klungkung oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penangangan (GTPP) covid-19 Kabupaten Klungkung. Masyarakat pedagang yang datang silih berganti hingga siang memenuhi areal terminal lantaran mereka harus antre sebanyak dua kali.
Antrean pertama memasukkan nama sesuai tempat berjualan kemudian di antrean kedua menyerahkan nomor baru bisa mengukuti rapid tes. Di antrean pertama untuk memasukkan nama dan nomor telepun, cukup lama lantaran satu antrean dilayani satu petugas saja.
Rata-rata pedagang ini menghabiskan waktu hingga tiga jam untuk mendapatkan jadwal rapid yang mengakibatkan terminal umum penuh sesak dan meyulitkan petugas mengatur untuk jaga jarak. Terlebih sehari sebelumnya ada 200 lebih yang dijadwalkan tidak hadir memenuhi undangan petugas pasar.
Ketua GTPP covid-19 Klungkung, yang juga Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak hadir dengan berbagai alasan. “Kita sudah berikan gratis untuk meyakinkan diri bebas Covid-19 tapi ada saja yang tidak hadir, mereka yang tidak hadir ketika akan berjualan otomatis ditolak, karena satu syarat mulai berjualan Kamis (25/6/2020) adalah membawa keterangan bebas Corona, dengan menunjukkan surat rapid tersebut,” terangnya.
Namun demikian mengatasi masalah ini, mulai Kamis juga dibuka posko di GOR Swecapura untuk memberikan kesempatan pedagang yang belum sempat rapid tes. Sementara saat ini Pasar Umum Galiran, Klungkung sudah dibersihkan dengan diisnfectan dua kali sehari, dan disediakan tempat cuci tangan sebanyak 28 titik.
Sementara data dari Tim GTPP Covid Klungkung, 1735 orang dirapit selama tiga hari, dan sebelumnya sudah 200 orang. Dan sisanya masih banyak yang belum melakukan rapid tes.
Reporter: bbn/klk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan