Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Bupatipun Tidak Boleh Masuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Suasana hari pertama digelarnya Ujian Nasional (UN) di Jembrana terasa cukup ketat. Panitia Pelaksana UN tampaknya berupaya meminimalisir terjadinya pelanggaran sehingga tidak satupun orang selain pengawas ujian diijinkan masuk ke ruang ujian termasuk orang nomor satu di Bumi Makepung Jembrana, I Gede Winasa yang turun langsung memantau pelaksanaan UN tersebut, Senin (20/4).
Winasa memulai pemantauan dari SMAN 1 Negara, yang disambut oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Negara, I Wayan Astawa. Sambil berjalan menuju ke ruang ujian, Astawa membisikkan kalau siapapun selain pengawas ujian tidak boleh masuk ke ruangan ujian.
“Mohon maaf Pak Bupati, siapapun selain pengawas tidak boleh masuk ke ruangan,” ujarnya kepada Winasa. Mendengar penjelasan Astawa, Winasa mengatakan kalau dirinya tidak mau mengganggu pelaksanaan UN dengan melanggar aturan tersebut.
“Iya, saya ikut saja aturannya. Saya tidak mau mengganggu pelaksanaan UN,” tandasnya. Winasa yang ditemani Astawa berkeliling ke seluruh ruangan untuk melihat jalannya pelaksanaan UN di hari pertama. Winasa menepati janjinya dengan hanya melihat pelaksanaan UN dari balik jendela maupun dari pintu masuk.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Dikporabudpar), A.A. Gede Putrayasa, saat ditemui di sela-sela mendampingi Winasa dalam pemantauan mengatakan di Jembrana, UN tahun ini diikuti oleh 2.884 siswa setingkat SMA yang terdiri dari 2.112 siswa SMA/MA dan 772 siswa SMK.
“Untuk meminimalisir kecurangan UN, pengawas ujian diberlakukan sistem silang artinya guru pada satu sekolah tidak mungkin mengawasi anak didiknya pada sekolah yang sama,”terangnya.
Selain itu, kata Putrayasa, pelaksanaan UN juga melibatkan pemantau independen dari Universitas Ganesha (Undiksha) Singaraja. Sedangkan, imbuh Putrayasa, UN akan dilaksanakan selama 5 hari untuk SMA/MA dengan mengujikan 6 mata pelajaran dan 3 hari untuk SMK dengan 3 mata pelajaran yang diujikan. “Bagi yang halangan dapat mengikuti ujian susulan yang akan dilaksanakan pekan depan,” ujar Putrayasa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan