Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Che Guevara dan Hugo Chavez Jadi Merk Parfum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Revolusi seakan tidak pernah memberi tempat kepada produk kapitalisme. i Rusia, belum ada jeans bermerk Lenin atau Stalin. Juga belum ada mobil mewah bermek Marx. Di Kuba, sebuah perusahaan parfum menggunakan nama Ernesto dan Hugo sebagai merk produk-nya.
Ernesto mengacu pada Ernesto 'Che' Guevara. Hugo merujuk pada Hugo Chavez. Yang satu adalah tokoh revolusioner Amerika Selatan. Lainnya pemimpin Venezuela.
Granma, harian Partai Komunis Kuba, perusahaan parfum itu juga menggunakan potret kepala Che Guevara dan Hugo Chavez sebagai logo produk.
Saat promosi, orang-orang mengenakan t-shirt merah bergambar kepala Che dan Chavez berbaris di jalan-jalan, mirip aksi demo kelompok kiri. Sebagian orang Kuba bersikap biasa saja, lainnya naik pitam dan memprotes.
Mereka menyebut produsen parfum, yang ternyata BUMN, tidak menghargai Che dan Chavez. Bagi rakyat miskin Amerika Latin, Che tidak ubahnya 'santo' dan Chavez adalah figur impian.
Granma menulis yang tidak diperhitungkan produsen parfum adalah Fidel Castro masih hidup, dan menghabiskan sepertiga usianya berjuang bersama Che merevolusi Kuba.
"Kami akan mengambil tindakan disiplin kepada produsen parfum," ujar komite eksekutif Dewan Menteri Kuba. "Inisiatif bisnis seperti ini tidak akan pernah diterima pemerintahan revolusioner."
Che, yang berasal dari Argentina, tewas tahun 1967 saat mencoba menyulut pemberontakan sayap kiri di Bolivia.
Bukan kali pertama perusahaan-perusahaan internasional berusaha memanfaatkan wajah terkenal Che sebagai logo produk; band rock, merk mobil, dan lainnya. Pemerintah Kuba, dan gerakan kiri Amerika Latin selalu menentang.
Khusus Chavez, pemerintah Kuba melihatnya sebagai sahabat seumur hidup. Chavez memasok jutaan barel minyak ke Kuba. Ia juga mengadopsi sosialisme cita rasa Kuba di Venezuela, yang berujung pada nasionalisasi paksa perusahaan minyak asing.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4630 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan