Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Dilarang Sembayang ke Pura, Mahasiswi Tewas Gantung Diri
BERITABALI.COM, NTB.
Gara-gara dilarang ikut sembahyang ke Pura dan ditugaskan jaga rumah, NP (22 tahun) mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat gantung diri di pintu kayu kamar rumahnya.
Korban ditemukan oleh IKA (28 tahun) kakaknya, tergantung menggunakan selendang warna merah di kayu pintu kamar di Jalan Miru Nomor 21 Lingkungan Karang Jangu Kelurahan Sapta Marga Kecamatan Cakranegara Mataram, Sabtu (10/9) pukul 19.30 WITA.
Kapolsek Sandubaya, Kompol Moh Nasrullah menjelaskan kronologi kejadian. Korban sempat meminta izin ibunya inisial NLSA (60 tahun) untuk ikut pergi sembayang ke Puta Datar bersama keluarga.
Namun ibu korban ini melarang NP ikut berangkat ke pura. Ia diminta menjaga rumah, sedangkan keluarga lain berangkat bersembayang.
"Ibu korban menyuruh untuk menjaga rumah, selanjutnya di tinggal pergi oleh ibu dan kakaknya," tutur Nasrullah, dihubungi via WhatsApp, Senin (12/9).
Tetapi saat kakak korban pulang, menurut Nasrullah, ia langsung kaget dengan penemuan tubuh NP yang sudah lemas tergantung. Kebetulan pula, IKA ini pulang duluan meninggalkan keluarga lain yang masih bersembayang di pura.
Saat itu pula, IKA langsung menurunkan tubuh adiknya tersebut seorang diri. Selanjutnya menelepon meminta bantuan keluarga lain guna membawa korban ke Rumah Sakit Risa Sentra Medika Mataram. Tetapi korban sudah tidak bisa diselamatkan tim medis.
Polsek Sandubaya yang mendapat laporan tersebut segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya meminta keterangan saksi dan meminta untuk dilakukannya otopsi terhadap jenazah korban, namun pihak keluarga menolak.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya tidak memiliki masalah apa pun. Baik masalah keluarga maupun masalah pribadi.
"Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas atas kematian korban dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Dan keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi," tandas Kapolsek Kompol Nasrullah.
Catatan redaksi:
Hidup memang terkadang membuat individu goyah hingga berpikir untuk jalan pintas mengakhiri hidup. Namun percayalah ada jalan keluar yang lebih baik dari kematian.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, silakan menghubungi P3B (Pusat Pelayanan Pencegahan Bunuh Diri) Keluarga Compassion Tel: 082335555644, XL: 081999162555, IND: 08587536536
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6006 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2330 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan