Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Dugaan Tiket Palsu di Konser Sheila on 7 di Mataram
BERITABALI.COM, NTB.
Konser grup musik papan atas Sheila on 7 di acara “Aksi Smanda Reunion” yang digelar Rabu, 5 Januari 2022 malam di Parkiran Timur Lombok Epicenterum Mall mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak lantaran adanya dugaan tiket palsu yang beredar.
Tiket tersebut tidak sesuai standar porporasi kemudian dijual oleh panitia OSIS SMAN 2 Mataram. SMAN 2 Mataram selaku pihak penanggungjawab “Aksi Smanda Reunion” turut angkat suara terhadap dugaan tersebut.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 2 Mataram, Karsinah mengatakan, untuk tiket yang palsu, sebenarnya pihak OSIS SMAN 2 Mataram telah datang ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram untuk memporporasi tiket sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia menerangkan, setelah dilakukan penghitungan bersama, OSIS SMAN 2 Mataram kemudian mengambil tiket yang telah diporporasi.
“Namun, saat tiket akan diambil, jumlah tiket berkurang sebanyak 500 biji dari jumlah awal,” ungkap Karsinah, dikutip NTB Satu, Kamis (5/1).
Selanjutnya, Karsinah menjelaskan, 500 tiket yang hilang adalah tiket dengan kategori Festival A. Kemudian, lantaran BKD Kota Mataram merasa bertanggungjawab, mereka mencetakkan tiket baru yang lengkap dengan porporasi dan dikembalikan kepada pihak OSIS SMAN 2 Mataram. Setelah itu, tidak terdapat komunikasi apapun.
“Sebab, kedua belah pihak merasa bahwa permasalahan telah selesai,” beber Karsinah.
Karena tidak ingin merugikan diri sendiri dan pembeli, OSIS SMAN 2 Kota Mataram mengganggap 500 tiket yang hilang tersebut sebagai tiket palsu. Untuk menanggulangi permasalahan tiket palsu, pihaknya kemudian mengatur strategi agar setiap tiket official dapat diterangi oleh sinar ultraviolet yang memuat gambar “Aksi Smanda Reunion”.
Dengan adanya dugaan pemalsuan tiket, OSIS SMAN 2 Mataram sebenarnya tidak mengetahui hal tersebut. Pasalnya, seluruh tiket “Aksi Smanda Reunion” tidak dicetak di Lombok, kecuali 500 tiket yang hilang tersebut. Proses mencetak ulang 500 tiket yang hilang pun telah mendapatkan pengawasan dari pihak BKD Kota Mataram.
“Nah, terkait adanya protes dari pihak-pihak yang tidak dapat masuk ke dalam area konser lantaran memiliki tiket yang tidak terporporasi, saya yakin bahwa itu adalah 500 tiket yang hilang. Sedangkan, kami hanya menjual tiket yang telah terporporasi saja. Dalam kejadian ini, kami sebenarnya adalah pihak yang dirugikan lantaran dinilai tidak dapat menjual tiket dengan baik,” jelas Karsinah.
Karena terdapat orang-orang yang memiliki tiket tidak terporporasi, OSIS SMAN 2 Mataram akhirnya membolehkan orang-orang tersebut untuk masuk ke lokasi konser. Kemudian, BKD Kota Mataram meminta pihak OSIS SMAN 2 Mataram untuk menandatangani agar kelebihan pembayaran wajib pajak dari tiket-tiket tidak terporporasi dihitung ulang untuk dibayarkan pajak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan