Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Gara-Gara Proyek, Dua Dewan Berseteru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Proyek gedung kesenian di areal Jembrana Tower (dulu twin tower) tidak henti-hentinya menuai masalah. Berawal dari kesalahan konstruksi kemudian diperintahkan untuk membongkar sampai keterlambatan waktu penyelesaian sehingga dikenakan denda, kali ini proyek tersebut memancing perseteruan 2 anggota DPRD Jembrana.
Iskandar Alfan dari Fraksi Nasional Demokrat Bangsa (FNDB) dan Ketut Subadi dari Fraksi Golkar terlibat perseteruan menyikapi proyek gedung kesenian yang menyedot APBD hingga Rp 3,4 miliar yang ternyata belum finishing, di halaman samping gedung DPRD Jembrana, Selasa (16/12).
Di mata Iskandar, proyek ini harus dilanjutkan sampai finishing sehingga diperlukan penganggaran di APBD 2009 ini. Namun Subadi secara tegas menolak kelanjutan pembangunan karena dinilai keberadaan gedung kesenian ke depan tidak akan ada manfaatnya.
Menurut Iskandar sejak jauh-jauh hari FNDB telah mengusulkan agar dibangun gedung kesenian di lokasi tersebut agar kegiatan kesenian tidak hanya dipentaskan di Stage Terbuka Pura Jagatnatha, Jembrana. Usulan FNDB
disetujui sehingga tahun 2008 ini dibangun gedung dimaksud dengan besaran anggaran Rp 3,4 miliar.
"Saya tahu dengan anggaran Rp 3,4 miliar, proyek tersebut belum finishing sehingga perlu dianggarkan lagi di tahun 2009. Kalau tidak sampai finishing untuk apa bangunan tersebut, apa mau jadi sarang walet," ujar Iskandar.
Namun Subadi tidak sependapat dengan Iskandar. Dia mengaku tidak tahu kalau gedung kesenian dengan anggaran Rp 3,4 miliar belum sampai finishing. Subadi hanya tahu kalau di lokasi tersebut akan dibangun twin tower, namun faktanya justru dibangun gedung kesenian.
"Tidak perlu ada anggaran karena tidak akan ada manfaatnya," ujar Subadi. Menurut Subadi, lebih baik anggaran untuk melanjutkan gedung kesenian dialihkan untuk sektor pembangunan lainnya seperti perbaikan infrastruktur jalan rusak.
Mendengar pernyataan Subadi, Iskandar tetap ngotot dengan pendiriannya dengan mengatakan kalau nantinya keberadaan gedung kesenian dipastikan akan bermanfaat. "Nantinya bisa digunakan oleh kelompok-kelompok seni, di sana dibuatkan ruangan pentas dan lain-lain agar kegiatan seni tidak melulu dipentaskan di Pura Jagatnatha," ujar Iskandar. Perseteruan berakhir dengan sendirinya, lantaran mereka sama-sama memilih diam.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5890 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2231 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan