Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Hasil BPOM Denpasar Uji 24 Sampel Takjil di Masjid Agung Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Badan Pengawas Obat dan Makanan melalui Balai Besar POM di Denpasar melakukan pengawasan takjil di kawasan kuliner sekitar Masjid Agung Tabanan, Rabu (11/3/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka pengawasan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Pengawasan tersebut bertujuan memastikan makanan dan minuman yang dijual kepada masyarakat saat Ramadan aman serta layak dikonsumsi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengambil sebanyak 24 sampel makanan untuk diuji kandungannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini disampaikan oleh Plt Kepala Balai Besar POM di Denpasar, Made Ery Bahari Hantana.
"Hari ini masih termasuk intensifikasi pengawasan pangan, khusus takjil.Kegiatan pengawasan rutin, ada pengawasan yang lebih intens pada hari-hari tertentu, sekarang kan di dalam bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri, takjil kan marak, Sehingga perlu juga kita jaga keamanannya.Jadi masyarakat biar tenang untuk membeli takjil," jelasnya.
Selain melakukan pengujian sampel makanan, BPOM juga memberikan edukasi kepada para pedagang agar terus menjaga keamanan pangan yang dijual kepada masyarakat.
"Di samping menguji, kita juga edukasi, karena ini kan sudah setiap tahun dilakukan. Kita pasti, jadi masyarakat di sini sudah tau dan paham, sehingga tidak lagi menggunakan bahan- bahan berbahaya pada menu makanan yang ditawarkan," ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai jenis makanan dan minuman dijadikan sampel dalam pengawasan tersebut. Mulai dari minuman, gulali, jajanan hingga ikan yang dijual di kawasan kuliner sekitar masjid.
"Hari ini ada 24 sampel. Jenisnya macam- macam, ada minuman dan ada gulali.Kemudian ada jajanan, ada ikan juga.Untuk ikan nanti kita lihat apakah ada formalin atau tidak.Tapi sekarang sudah enggak. Mudah-mudahan seterusnya enggak ya, karena kesadaran masyarakat terus meningkat," paparnya.
Hasil pemeriksaan dari 24 sampel makanan yang diambil menunjukkan seluruhnya aman dan tidak mengandung bahan berbahaya.
"Untuk hasilnya, dari 24 sampel negatif semuanya, dalam pengambilan sampel dilakukan hari ini," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5880 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan