Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
HUT ke-79 RI, Patung Lettu Dwinda di Negara Minim Hiasan, Dandim Gercep
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, suasana nasionalisme semakin terasa di berbagai tempat dengan kehadiran bendera merah putih. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Monumen Patung Pahlawan Lettu Dwinda yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara, tampak sepi tanpa hiasan bendera dan umbul-umbul.
Kondisi monumen yang diresmikan pada 23 Desember 2013 itu terlihat memprihatinkan pada H-1 perayaan HUT RI. Jumat (16/8/2024) sore, area monumen tampak kotor dan dipenuhi sampah, sehingga menarik perhatian warga.
Mendengar kabar ini, Dandim 1617 Jembrana, Letkol Inf. Mohamad Adriansyah, segera mengambil tindakan cepat. Ia memerintahkan anggotanya bersama Pramuka Saka Wirakartika untuk segera melakukan kerja bakti membersihkan area monumen dan memasang bendera serta umbul-umbul merah putih.
"Nanti pramuka dengan anggota kami juga ada kegiatan ke keluarga Lettu Dwinda," ujar Dandim Adriansyah, menambahkan jika ini adalah bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan.
Sebagai informasi, Lettu Dwinda, atau I Gusti Putu Dwinda, lahir pada tahun 1924 di Desa Dauhwaru, Jembrana. Ia merupakan putra pertama dari pasangan I Gusti Nyoman Sulem dan Dewa Ayu Menuh. Bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) dengan pangkat Sodhanco (Letnan Dua), Dwinda kemudian menjadi bagian dari TKR (Tentara Keamanan Rakyat) setelah Jepang meninggalkan Indonesia.
I Gusti Putu Dwinda terlibat dalam berbagai pertempuran melawan penjajah Belanda, termasuk di Candikusuma, Gilimanuk, dan Negara. Pada 17 November 1946, ia bergabung dengan pasukan Ciung Wanara di bawah pimpinan I Gusti Ngurah Rai di Tabanan, dan ditunjuk sebagai Komandan Batalion.
Dalam pertempuran heroik di Margarana pada 20 November 1946 yang dikenal dengan Puputan Margarana, I Gusti Putu Dwinda gugur bersama para pejuang lainnya pada usia 22 tahun.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan