Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Israel Gerebek Bunker Hizbullah di Beirut, Klaim Temukan Uang Rp7,7 T
beritabali.com/cnnindonesia.com/Israel Gerebek Bunker Hizbullah di Beirut, Klaim Temukan Uang Rp7,7 T
BERITABALI.COM, DUNIA.
Israel menuding kelompok milisi Hizbullah menyimpan uang tunai sebesar $500 juta atau sekitar Rp7,7 triliun di sebuah bunker yang terletak di bawah rumah sakit di pinggiran Ibu Kota Beirut, Lebanon.
Dalam konferensi pers pada Senin (21/10), juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan bunker Hizbullah ditemukan berada di bawah Rumah Sakit Sahel di Dahiyeh, yang menyimpan uang ratusan dolar dan emas.
Bunker tersebut diklaim sebagai salah satu tempat pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah bersembunyi sebelum ia tewas pada 27 September lalu.
Uang-uang di dalam bunker itu pun disebut digunakan Hizbullah untuk membangun kekuatan mereka.
"Bunker itu sengaja ditempatkan di bawah rumah sakit dan menyimpan lebih dari setengah miliar dolar dalam bentuk tunai dan emas," kata Hagari, seperti dikutip Times of Israel.
Menurut Hagari, pemerintah Lebanon mesti menyita uang dan emas tersebut agar tak digunakan Hizbullah untuk menyerang Israel. Uang itu juga harus disita karena menurutnya merupakan uang rakyat Lebanon yang telah dicuri oleh Hizbullah.
"Uang itu seharusnya bisa digunakan untuk merehabilitasi Lebanon, tapi malah digunakan untuk merehabilitasi Hizbullah," ujarnya.
Hagari menegaskan saat ini Angkatan Udara Israel tengah memantau area bunker di sekitar rumah sakit. Kendati begitu, ia meyakinkan bahwa Israel tak akan menyerang RS Sahel.
Hizbullah sejauh ini belum memberikan komentar atas tuduhan Israel.
Direktur Rumah Sakit Sahel, Fadi Alameh, sementara itu telah membantah bahwa area rumah sakitnya menjadi lokasi bunker Hizbullah.
Dilansir dari The Guardian, tak lama setelah melontarkan tuduhan, Israel langsung memerintahkan warga Dahiyeh evakuasi. Militer menyatakan akan mulai menyerang gedung-gedung di daerah itu sehingga warga harus menjauh 500 meter dari sana.
Sekitar satu jam dari perintah evakuasi, serangan udara pun mulai diluncurkan. Salah satu serangan terjadi tepat di depan pintu masuk rumah sakit universitas Rafik Hariri, rumah sakit umum terbesar di Lebanon.
Setidaknya empat orang tewas dan 24 orang terluka dalam serangan tersebut. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan