Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Isu Status WBD UNESCO di Jatiluwih Terancam Dicabut, Begini Kata Bupati Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyatakan komitmennya untuk mempertahankan status Subak Jatiluwih sebagai situs budaya tak benda, Warisan Budaya Dunia (WBD) yang terancam statusnya akan dicabut.
Menurut Sanjaya mengenai polemik pencabutan status daerah tujuan wisata Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) dicabut, ia berpendapat mengenai permasalahan tersebut sampai saat ini baru sekedar wacana.
"Sampai saat ini kan baru sekedar wacana belum ada tindakan dari UNESCO, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah untuk mencabut status WBD," kata Sanjaya ditemui saat pelepasan kontingen Tabanan dalam persiapan mengikuti Porjar tingkat Provinsi Bali di Gor Debes, Tabanan.
Sanjaya menjelaskan, sebagai kabupaten yang dijuluki sebagai lumbung padi Bali, warisan budaya dunia di Kabupaten Tabanan bukan hanya objek wisata Jatiluwih melainkan ada Subak di Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Tabanan yang baru-baru ini dinobatkan menjadi Ecohydrology Demonstration Site oleh UNESCO.
Adanya dua lokasi di Tabanan yang telah diterapkan Unesco sebagai WBD, Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk menjaga sektor pertanian di Kabupaten ini.
Baca juga:
Warisan Budaya Dunia Provinsi Bali ">Pembentukan Badan Pengelola Warisan Budaya Dunia Provinsi Bali "Gabeng"
"Kalau ada kabar di luar yang konteknya masih wacana. Saya harapkan semua untuk tenang, sebelum ada tindaklanjutnya," ujarnya.
Gede Sanjaya mengaku, setelah adanya kabar pencabutan status daerah tujuan wisata Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD), ia telah berkoordinasi dan berembuk dengan beberapa pihak di antaranya desa adat, perbekel, pelaku pariwisata, dunia usaha, investor, dengan tujuan agar tidak ada salah persepsi dari kabar tersebut.
"Dari pertemuan itu saya menekankan untuk bagaimana membangun Kabupaten Tabanan dengan satu tujuan yakni, pertanian tetap dijaga, sedangkan pariwisata di daerah ini adalah sebagai bonusnya," kata Sanjaya.
Badan Khusus PBB bidang pendidikan dan kebudayaan, UNESCO mengancam mencabut status Subak Jatiluwih Bali sebagai situs budaya tak benda. Pencabutan tersebut dilatarbelakangi adanya beberapa bangunan seperti restoran hingga kafe yang berada di tengah-tengah areal kawasan persawahan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan