Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Jembrana Positif AI, 52 Ayam Mati
Banyubiru
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
flu burungWarga Dusun Banyubiru, Banyubiru, Negara dikejutkan dengan
matinya 52 ayam milik 5 kepala keluarga (KK) selama 4 hari berturut-turut. Keterkejutan tersebut berubah menjadi kekhawatiran lantaran setelah dilakukan rapid test, ternyata hasilnya positif mengidap virus avian influenza (AI).
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan (Perkutut), I GN Sandjaja ketika dikonfirmasi, Kamis (19/2) mengatakan pihaknya menerima laporan kematian unggas tersebut pada pukul 10.15. "Kami langsung turun ke lokasi," tandasnya.
Menurut Sandjaja, sejatinya jumlah unggas yang dimiliki oleh 5 KK tersebut sebanyak 102 ekor, termasuk 8 diantaranya telah dijual kepada koleganya dari dusun tetangganya.
"Kami segera melakukan tindakan cepat dengan melakukan rapid test terhadap unggas-unggas tersebut dan hasilnya positif mengidap AI," terangnya. Pihaknya juga melakukan pelacakan terhadap 8 unggas yang telah dijual sebelumnya.
"Ternyata dari delapan unggas yang dijual tersebut, dua diantaranya ditemukan mati. Sedangkan enam sisanya masih kami lacak karena keburu dijual ke pasar oleh pembelinya," katanya.
Sandjaja juga telah mengambil material sampel untuk menentukan jenis virus AI-nya.
"Apakah virusnya H5N1 atau lainnya. Setelah tahu jenis virusnya, baru akan didrop vaksinnya," jelasnya.
Sandjaja juga mengaku telah mengadakan pemusnahan unggas-unggas tersebut secara bertahap dan melakukan penyemprotan (spraying). Untuk pemusnahan hari ini, baru dilakukan terhadap ayam-ayam milik Sutarmen yang berhasil ditangkap. Sedangkan ayam yang belum tertangkap lainnya akan dilakukan Jumat (20/2) besok.
"Pemusnahan kita lakukan bertahap karena ayam itu dilepas, pemiliknya sudah kita minta agar menangkap dan mengurung ayamnya ditempat yang aman, besok kita akan musnahkan,"jelasnya.
Terkait dengan upaya meluasnya penyebaran virus ini, Sandjaja mengaku akan mengintensifkan pengawasan melalui kerja sama dengan pihak desa maupun petugas lainnya.
"Sedangkan untuk pengawasan lalu lintas unggas dalam waktu dekat kami akan duduk bersama dengan berbagai instansi terkait untuk mengintensifkan pengawasan terutama pada jalan-jalan tikus yang memungkinkan masuknya unggas yang terinfeksi virus AI," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5905 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4630 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan