Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Kasus HaKI Coreng Reputasi Indonesia di Amerika
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Reputasi Indonesia di luar negeri khususnya Amerika Serikat cukup tercoreng terkait kasus pembajakan karya cipta (hak atas keyaan intelektual/HaKI). Hal ini terkait penegakan hukumnya dinilai masih lemah dan cenderung belum objektif.
Baca juga:
Santri Tewas Terseret Ombak Saat Ikut MOS
“Reputasi Indonesia di Amerika Serikat yang menyangkut pembajakan hak cipta tidak bagus, karena lemahnya penegakan hukum,†tandas Prof Dr Ron Jenkins, guru besar bidang teater di Wesleyan University New York, Kamis (10/7) di Denpasar.
Padahal, menurut Ron yang kini sudah tujuh bulan melakukan penelitian bidang seni di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, perlindungan hukum terhadap HaKI di seluruh dunia sangatlah penting.
Salah satu pengalamannya di Bali, cerita Ron, ketika menghadiri beberapa kali proses persidangan kasus dugaan pemalsuan lukisan karya maestro Nyoman Gunarsa di Denpasar.
Kata Ron, hakim saat itu mengatakan bahwa di antara lukisan yang menjadi barang bukti itu memang lukisan palsu, tapi kenapa tidak ada yang dihukum.
Seperti diketahui, kasus dugaan pemalsuan karya Gunarsa tersebut kini masih dalam proses kasasi di Mahkamah Agung (MA), setelah di PN Denpasar, terdakwanya Sinyo Hendra Dinata dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum jaksa penuntut umum.
Atas kondisi penegakan hukum yang dinilai belum adil tersebut, kini Nyoman Gunarsa bersama Prof Ron Jenkins akan menggelar pertunjukan wayang kulit ‘Cenk Blonk’ dengan dalangnya Nardayana, di lapangan Puputan Badung, Sabtu (12/7) besok.
Tema yang diusung dalam pagelaran wayang tersebut adalah seputar kasus pembajakan HaKI dan akibatnya (hukum karma phala) serta sekaligus penyadarannya.
“Saya sengaja meiilih media wayang kulit, karena pesan-pesannya sangat mudah dicerna masyarakat. Apalagi wayang ‘Cenk Blonk’ ini mampu memadukan teknologi dan unsur-unsur nilai tradisional di Bali, sehingga sangat pas untuk membawakan pesan tentang penegakan hukum khususnya pelanggaran atas hak cipta,†papar Gunarsa.
Kata Gunarsa, bila kasus-kasus pelanggaran HaKI dibiarkan terus tanpa adanya penegakan hukum yang berkeadilan, maka citra Indonesia di luar negeri akan terus terpuruk, dan juga mencoreng muka sendiri. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3318 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan