Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Koster Ingin Bali Berhenti Impor Beras dan Garam
Berdayakan Produk Lokal
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Gubernur Bali Wayan Koster berharap Bali berhenti impor beras dan garam. Dia ingin masyarakat Bali memberdayakan produk dari petani lokal Bali, yang sehat dan sekaligus mengerakkan ekonomi.
Harapan itu ia katakan dalam peringatan Hari Pangan se-Dunia, Rabu (3/11) di Subak Kusamba, Dawan, Klungkung.
Dia mengajak seluruh stakeholder untuk menjadikan Hari Pangan Se-Dunia Tingkat Daerah Provinsi Bali Ke-41 Tahun 2021 sebagai momentum untuk membenahi sektor pertanian di Pulau Dewata, serta sektor lainnya yang berkaitan dengan pangan.
"Sehingga Kita jangan sampai melakukan impor beras hingga impor garam. Padahal di Bali Kita surplus beras dan surplus garam," tegas Gubernur yang saat itu didampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putu Putri Suastini.
Semangat pemberdayaan produk lokal itu, juga agar masyarakat Bali memiliki pangan yang sehat, berkualitas, serta ramah lingkungan, sekaligus memelihara ekosistem yang ada.
Maka menurutnya diperlukan implementasi nyata dan dikerjakan dengan serius untuk membangun pertanian organik dari hulu sampai hilir sesuai dengan Perda Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik.
Hal itu sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.
Sementara itu, Plt. Dinas Pertanian Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana melaporkan rangkaian Hari Pangan Se-Dunia Tingkat Daerah Provinsi Bali Ke-41 Tahun 2021 diawali dengan acara Panen Padi di Subak Kusamba.
Selain itu, katanya, juga membuat Pasar Pertanian UMKM yang diolah dari hasil produk pertanian organik yang sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali.
Dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali kepada Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung menyerahkan bantuan beras dan pemberian bantuan berupa benih padi.
Selain itu, diserahkan juga bantuan peremajaan kakao dan kopi arabika, bantuan peremajaan jambu mete, bantuan sarana pasca panen dan pengolahan kopi robusta, bantuan pestisida nabati, bantuan traktor roda 2.
Bantuan jalan usaha tani, bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, hingga penyerahan sertifikat organik, dan pemberikan bantuan alat dan mesin pertanian yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Bali kepada Subak maupun Kelompok Tani yang ada di Kabupaten/Kota se-Bali.
Dalam acara tersebut, Gubernur Bali bersama rombongan menyempatkan waktu berbelanja hasil pertanian dan kelautan di Pasar Pertanian, hingga melihat pengelolaan sampah di Toss Center Kusamba.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5870 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4612 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2580 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2224 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2203 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan