Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Laptop dan Handphone Korban Dirampok
Kuta Utara
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sama halnya dengan kedatangan pertama. Gerbang masih tertutup dan digembok dari dalam. Bahkan mereka (buruh cat, red) memanggil korban dan tidak ada sahutan. Heran bercampur curiga, mereka melompat naik tembok. Maksudnya untuk mengetahui apakah korban ada di rumah.
Tak ayal, buruh yang masuk melompati tembok, menemukan korban sudah jadi mayat terbungkus sprei warna merah hati. Kaget melihat korban jadi mayat, buruh langsung mengabari tetangga korban, Didik Herianto (suami Lastri, red). Dan, mereka pun bergegas masuk ke rumah korban dengan cara melompat tembok.
“Korban tinggal sendiri. Dia punya suami namanya Benyamin yang saat kejadian tidak ada di rumah,” beber Lastri.Menurut Lastri, sebelum korban tewas, Sabtu (09/2) malam sekitar pukul 20.00 Wita, sempat berpapasan dengan korban di pertigaan masuk Villa. Menurut Lastri, korban saat itu sehat bugar dan mengendarai sepeda motor Nuvo DK 2525 FL.
“Saya tegur, dia jawab biasa aja. Karena selama ini korban tidak pernah punya musuh,” beber Lastri.Malam itu, jawab Lastri, meski lingkungan villa tergolong sepi, dia tidak mendengar suara teriakan dari rumah korban. Dikatakannya, dia langsung tidur usai membuat kopi didapur.
Menerima laporan terbunuhnya warga asing, polisi mendatangi lokasi. Tampak Direskrim Polda Bali Kombes Pol Drs. Wilmar Marpaung, Kapolres Badung AKBP Ahmad Subarkah dan Kapolsek Kuta Utara AKP Si Mandra Putra beserta jajaran.
Sejumlah awak media, tidak diperkenankan masuk dan aparat memasang garis pembatas police line. Termasuk, rekan-rekan korban yang kebetulan baru datang dari Australia, tampak memadati jalan, tepat didepan pintu rumah korban. Ada yang menangis dan berpelukan.
Dari informasi, korban yang tinggal sendiri di villa itu, ditemukan tewas di kasur kecil yang letaknya persis dekat kolam renang. Darah korban berceceran. Tragisnya, ada 16 tusukan bersarang di tubuh korban.
Belum diketahui motif terbunuhnya bos garmen di perumahan Priskila Taman Pengubengan Kaja ini. Namun informasi kuat menyebutkan korban dirampok. Pasalnya, sebuah laptop dan handphone milik korban hilang.“Rumah korban berantakan, laptop dan handphone hilang,” urai anggota buser.
Dalam pengamatan di lokasi kejadian, aparat kepolisian masih melakukan olah TKP. Ruangan kamar, dapur, ruangan di lantai dua dicek. Sementara tim identifikasi Polda Bali memeriksa jasad korban untuk pengetahui penyebab kematian.Selain itu, 3 buruh cat, digiring ke Polres Badung untuk dimintai keterangan. Selain suami korban, Benyamin, Konsulat Australia dan staffnya, ikut menyaksikan olah TKP polisi dari jarak dekat. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan