Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mandi di Laut, Dadong Tewas
Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Mandi di Laut Dadong TewasNasib apes menimpa dadong (nenek,red) Ni Nyoman Ranis (61), warga Dusun Melaya Krajan, Melaya. Pasalnya, Ranis ditemukan telah mengambang menjadi mayat di Pantai Sumbersari, Melaya. Diduga, Ranis tewas terseret arus saat sedang madi di pantai tersebut.
Dari informasi yang dikumpulkan mayat Ranis pertama kali dilihat mengambang oleh Aipda Putu Sukarata, anggota SPK Polsek Melaya yang saat itu sedang jalan-jalan di pantai bersama anaknya. Awalnya Sukarata mengira benda yang terapung itu adalah sampah yang hanyut dibawa banjir bandang dari sungai.
Namun setelah didekati ternyata onggokan tersebut merupakan sesosok mayat perempuan tua. Melihat hal tersebut, Sukarata kemudian menghubungi temannya, I Wayan Wirta, anggota intel Polsek Melaya. Kemudian Wirta menghubungi Kadus Sumbersari, I Nyoman Suata. Kemudian ketiganya meluncur ke lokasi penemuan mayat dan bersama-sama warga melakukan evakuasi. Setelah di tarik ke daratan, beberapa warga mengenali kalau mayat itu adalah Ni Nyoman Ranis.
Kabar ditemukannya mayat Ranis yang mengambang rupanya terdengar juga ke telinga I Ketut Denges (61), yang tidak lain adalah suami Ranis. Denges bergegas datang ke TKP untuk memastikan apakah benar mayat tersebut adalah istrinya. Dari penuturan Denges, diketahui kalau istrinya pamit untuk menengok anaknya yang tinggal di Sumbersari. Diduga sebelum menuju rumah anaknya, Ranis mandi di pantai tersebut.
Sayangnya, saat sedang mandi tiba-tiba ombak besar datang lalu menyeret tubuh Ranis. Lantaran kondisi yang sudah tua dan tidak bisa berenang, Ranis tidak kuasa menahan seretan arus sampai akhirnya tenggelam dan setelah meninggal mayatnya mengapung dan terdampar di pantai.
Kapolsek Melaya, AKP I Nengah Mandi seijin Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Suardana, Selasa (10/2) mengatakan menurut keterangan anak korban, Ranis memang sering jalan-jalan ke pantai dan mandi di pantai. Kemungkinan saat korban terseret arus tidak ada yang melihat sehingga korban tidak tertolong.
Manurut Mandi, dari hasil pemeriksaan dan visum luar mayat Ranis yang dilakukan Ni Luh Suartini, dokter Puskesmas Melaya, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan. "Dugaannya korban meninggal murni karena tenggelam saat mandi di muara sungai lalu terseret arus ke laut, sebab ditubuh korban tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan," terangnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2252 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan