Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Menteri Nusron: Iduladha Momentum Menyembelih Ego dan Keserakahan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gema takbir yang berkumandang menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT sekaligus menegaskan kembali pesan utama Iduladha, yakni ketakwaan yang harus berjalan seiring dengan tumbuhnya rasa kemanusiaan dalam diri setiap muslim.
Hal itu disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Nusron Wahid, saat menjadi khatib dalam salat Iduladha 1447 H di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jakarta, Rabu (27/05/2026).
“Di balik semua takbir dan semarak kurban ini, ada pesan besar yang tidak boleh kita lupakan dalam Iduladha. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih ego, hawa nafsu, keserakahan, dan rasa tidak peduli kita kepada sesama, terutama sesama umat manusia,” ujar Menteri Nusron.
Menurutnya, ibadah kurban pada hakikatnya merupakan proses menundukkan diri, membersihkan hati, dan melatih keikhlasan agar manusia tidak terjebak pada kepentingan pribadi semata. “Semakin tinggi ketakwaan seseorang kepada Allah, seharusnya semakin besar kepeduliannya umat manusia tersebut kepada manusia lainnya,” tutur Menteri Nusron.
Baca juga:
Serahkan Sertipikat di Bali, Menteri Nusron Ungkap Manfaat Sertipikasi Tanah untuk Perekonomian
Di hadapan ratusan jamaah salat Iduladha, Menteri Nusron mengingatkan, yang sampai kepada Allah SWT bukanlah bentuk fisik kurban, melainkan ketulusan niat dan ketakwaan sebagaimana disebut dalam surat Al-Hajj ayat 37. Dari ketakwaan itu bisa melahirkan manusia yang rela berkorban demi kebaikan, bukan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri.
Bagi umat yang hidup di masa ini, Menteri Nusron menyebut tantangan yang dihadapi bukan sekadar kemiskinan materi, namun juga kemiskinan hati. Keadaan di mana banyak orang berkecukupan tapi kehilangan, empati berilmu tetapi kasar, atau rajin beribadah namun sulit menghargai orang lain.
“Padahal Rasulullah SAW mengajarkan sekaligus mengingatkan kepada kita, tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri,” ujar Menteri Nusron.
Menteri Nusron berpesan agar momen Iduladha dijadikan ruang refleksi bagi umat Islam untuk menilai apakah ibadah yang dijalankan telah membawa perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, ketakwaan yang benar akan selalu melahirkan empati dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.
Ia juga mengajak jamaah menjadikan Iduladha sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia. “Kalau ada yang renggang, mari kita damaikan. Kalau ada yang terluka, mari kita maafkan. Karena, ketakwaan sejati bukan hanya di sajadah, tetapi juga dalam kepedulian kepada sesama,” pungkas Menteri Nusron.
Editor: Redaksi
Reporter: BPN Karangasem
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5668 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2523 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan