Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Meriam Peninggalan Belanda Berusia 128 Tahun Jadi Atensi Museum NTB
BERITABALI.COM, NTB.
Sebuah meriam yang berada di Kantor Camat Narmada, Kabupaten Lombok Barat, mendapat perhatian dan prioritas khusus dari Kantor Museum Nusa Tenggara Barat. Meriam peninggalan perang pada zaman penjajahan Belanda ini diperkirakan berusia 128 tahun.
Meriam tersebut merupakan salah satu peninggalan Belanda di NTB dan dibuat di Inggris, berdasarkan ciri-ciri fisiknya, sama persis seperti yang ada di halaman Gemilang Kolaboratif Area di Kantor Museum NTB.
Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam mengatakan bahwa meriam itu, merupakan benda yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi, karena diperkirakan usianya mencapai satu abad lebih.
Sehingga hal inilah yang menjadi perhatian dan prioritas pihaknya untuk membawa petugas konservasi Museum NTB, sebagai upaya dalam melakukan perawatan dan pembersihan terhadap meriam tersebut, pada Kamis (22/12) lalu.
Sehingga saat ini pihaknya menaruh perhatian khusus terhadap benda-benda peninggalan zaman perang, karena memiliki nilai sejarah dan histori terhadap perjuangan bangsa ini.
Sebab, selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, juga dapat menjadi daya tarik wisata sejarah di NTB apabila dikemas dengan baik.
"Nilai sejarah yang tinggi apabila dikemas dengan baik tentu akan menjadi daya tarik wisata khususnya dalam bidang sejarah," lanjutnya.
Untuk diketahui, Meriam bersejarah ini ditemukan dan disimpan di Kantor Camat Narmada Kabupaten Lombok Barat dan diperkirakan merupakan peninggalan tentara Belanda pada tahun 1894 silam. Pada awalnya meriam ini merupakan sebuah pondasi untuk tiang bendera upacara yang terkubur.
Kemudian setelah digali beberapa bulan lalu, ternyata benda tersebut adalah meriam dengan ukuran sekitar 2 meter lebih 10 cm.
Sementara itu, Camat Narmada, M Busairi menuturkan bahwa rencananya Meriam yang ada di Kantor Camat Narmada ini akan di buatkan tempat khusus dan dijadikan sebagai ikon sejarah.
Itu bertujuan untuk mengembalikan lagi citra sejarah, sekaligus sebagai edukasi bagi masyarakat dan objek wisata sejarah yang diharapkan dapat menjadi saya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Nantinya meriam ini akan kita buatkan tempat khusus di depan halaman Kantor Camat sebagai salah satu icon kita disini sekaligus bisa mengenalkan bahwa ini adalah salah satu bukti sejarah kuatnya dan gigihnya perjuangan para pejuang bangsa dalam melawan Belanda dulu," pungkas M Busairi.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan